Capello Kenang Lucunya AC Milan Beli Ronaldo, Kenapa tuh?

ADVERTISEMENT

Capello Kenang Lucunya AC Milan Beli Ronaldo, Kenapa tuh?

Afif Farhan - Sepakbola
Senin, 26 Sep 2022 13:40 WIB
MADRID, SPAIN - SEPTEMBER 20: Fabio Capello and Ronaldo during a Real Madrid training session at Reals Valdebebas sports facility on September 20, 2006 in Madrid, Spain (Photo by Angel Martinez/Real Madrid via Getty Images)
Capello Kenang Lucunya AC Milan Beli Ronaldo, Kenapa tuh? (Foto: Getty Images)
Milan -

Fabio Capello kenang beberapa momen lucu di Real Madrid. Salah satunya ketika Milan sanggupi beli Ronaldo, padahal sudah diingatkan si pemain malas-malasan!

Fabio Capello melatih Real Madrid selama dua periode. Pertama pada tahun 1996-1997, kedua pada tahun 2006-2007.

Capello sukses bawa Los Blancos dua kali juara Liga Spanyol. Meski pemecatannya dipertanyakan, karena cuma diberi kesempatan yang sebentar walau terbilang sukes.

Dilansir dari Marca, Fabio Capello mengenang momen-momen lucunya bersama Real Madrid. Satu hal yang terus dia ingat adalah soal Ronaldo Luis Nazario.

Capello terkenal sebagai pelatih yang keras. Kalau ada pemain yang bandel, siap-siap akan ditendang dan Ronaldo jadi korbannya!

MADRID, SPAIN - SEPTEMBER 20: Fabio Capello and Ronaldo during a Real Madrid training session at Real's Valdebebas sports facility on September 20, 2006 in Madrid, Spain (Photo by Angel Martinez/Real Madrid via Getty Images)Fabio Capello dan Ronaldo (Foto: Getty Images)

Capello bercerita, kalau Ronaldo sebenarnya adalah pemain dengan skill tinggi. Sayangnya, Ronaldo kerap malas latihan dan terlalu menyukai kehidupan malam.

"Saya ingat Silvio Berlusconi (bosnya Milan kala itu-red) menelepon saya untuk menanyakan kabar Ronaldo," buka Capello bercertia.

"Saya mengatakan kepadanya bahwa dia bahkan tidak berlatih dan bahwa dia terlalu menyukai pesta dan wanita, jadi Milan akan lakukan kesalahan kalau membelinya," sambungnya.

Pada musim dingin 2007 setelah lima tahun berseragam Real Madrid, Ronaldo akhirnya dibeli AC Milan. Sayangnya karier Ronaldo mandek, cuma bertahan semusim di sana dengan sumbangan sembilan gol dari 20 laga.

"Keesokan harinya saya melihat berita utama di surat kabar judulnya 'Ronaldo di Milan'. Itu sangat lucu," ungkap Capello.

Ronaldo merupakan salah satu striker top dunia yang mampu bawa Brasil juara Piala Dunia. Ronaldo juga begitu bersinar di Barcelona, Inter Milan, dan Real Madrid.

Sayangnya, cedera lutut parah membuat karier Ronaldo kesulitan. Belum lagi seperti kata Fabio Capello tadi, Ronaldo yang lekat dengan kehidupan malam membuat performanya terus menurun.

(aff/adp)

ADVERTISEMENT