FIGC Tak Mau Buru-buru Bertindak dalam Skandal Keuangan Juventus

ADVERTISEMENT

FIGC Tak Mau Buru-buru Bertindak dalam Skandal Keuangan Juventus

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Rabu, 30 Nov 2022 23:00 WIB
TURIN, ITALY - NOVEMBER 06: Juventus fans hold up a banner bearing the clubs logo during the Serie A match between Juventus and FC Internazionale at Allianz Stadium on November 06, 2022 in Turin, Italy. (Photo by Jonathan Moscrop/Getty Images)
Juventus tersandung skandal finansial. (Foto: Getty Images/Jonathan Moscrop)
Jakarta -

Juventus sedang diselidiki terkait dugaan menipulasi keuangan. Sudah ada desakan untuk menghukum Juve, namun Asosiasi Sepakbola Italia (FIGC) berhati-hati.

Juventus sedang diselidiki tentang laporan keuangan yang diduga 'dipoles'. Salah satu persoalannya adalah membayar pemain lewat jalur tidak resmi.

Pada awal pandemi, Juventus termasuk salah satu yang harus mengurangi beban gaji dengan signifikan. Pada saat itu, klub-klub terdampak pemasukan yang turun, dengan pertandingan digelar tertutup dari penonton.

Nah, diduga raksasa sepakbola asal Turin itu hanya mengakali keharusan memotong gaji agar laporan keuangan mereka tetap aman. Sementara para pemain tetap menerima pembayaran lewat jalur lain yang tidak resmi, sehingga tak tercatat.

Media Turin La Stampa bahkan mengklaim punya bukti percakapan antara pengacara Juve Cesare Gabasio dengan Direktur Sepakbola Federico Cherubini, soal transaksi rahasia dengan Cristiano Ronaldo. Ronaldo dulu merupakan pemain bergaji tertinggi Juve di angka 31 juta Euro per tahun.

Laporan kasus ini langsung direspons operator Liga Spanyol, LaLiga, dengan desakan menghukum Juventus. LaLiga memang sudah selalu vokal terhadap penegakan aturan keuangan dalam beberapa musim terakhir, termasuk menyerang 'klub-klub kaya baru' seperti Manchester City dan Paris Saint-Germain.

Presiden FIGC Gabriele Gravina berharap semua pihak membiarkan otoritas hukum bekerja terlebih dulu, sampai hasilnya benar-benar terungkap.

"Saya tak suka ide menghukum klub, dalam hal ini secara spesifik Juventus, sebelum adanya persidangan. Ada investigasi-investigasi, ada akuisisi tindakan, kantor kejaksaan kita waspada, tapi kita tidak tahu hasilnya dan mari biarkan proses peradilan berjalan," ungkap Gravina dalam konferensi Calcio & Welfare di Naples, seperti dikutip Football Italia.

"Meski demikian, ada koneksi antara dua cabang peradilan, kita sedang menunggu apa yang muncul di persidangan dan kemudian kita membuat cerminan di sistemnya, tapi sekarang mari tidak menyalahkan dulu dan menghukum seseorang sebelum investigasi selesai," imbuhnya.

Juventus juga kabarnya punya utang tak terungkap sebesar 34 juta Euro, yang terus digali oleh para penyidik. Bianconeri terancam sanksi dari denda, pengurangan poin, hingga kemungkinan didegradasi jika terbukti bersalah.



Simak Video " Momen Cristiano Ronaldo Diperkenalkan di Markas Al Nassr"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/raw)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT