sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 25 Sep 2020 11:32 WIB

Trio-trio Maut Barca: Lionel Messi Ditinggal Sendiri Lagi

Kris Fathoni W - detikSport
BARCELONA, SPAIN - APRIL 03:  Andres Iniesta (C) of FC Barcelona celebrates scoring with his teammates Lionel Messi (R) and Xavi Hernandez during the Champions League quarter-final second leg match between FC Barcelona and AC Milan at the Camp Nou stadium on April 3, 2012 in Barcelona, Spain.  (Photo by Jasper Juinen/Getty Images) Xavi, Andres Iniesta, dan Lionel Messi, salah satu trio maut andalan Barca di masa lalu. (Foto: Getty Images/Jasper Juinen)
Jakarta -

Di Barcelona, Lionel Messi pernah punya rekan-rekan yang bersama dirinya mewujud jadi trio maut. Tapi Messi terus saja ditinggal pergi, termasuk musim panas ini, sehingga kembali sendiri.

Hal itu terjadi seiring dengan resminya kepindahan Luis Suarez dari Barcelona ke Atletico Madrid, dengan transfer yang bernilai sekitar 6 juta euro.

Kepindahan tersebut sekaligus mengakhiri kebersamaan penyerang asal Uruguay itu dengan Barcelona, yang dulu merekrutnya dari Liverpool dengan nilai transfer sekitar 82 juta euro pada musim panas 2014.

Buat Lionel Messi, kepergian Luis Suarez menjadi kehilangan tersendiri karena keduanya dikenal sohib di dalam dan luar lapangan. Bahkan keluarga kedua pesepakbola acapkali menghabiskan liburan bersama-sama.

Kepergian Luis Suarez sekaligus meninggalkan Lionel Messi sebagai satu-satunya personil tersisa dari trio MSN yang pernah jadi andalan lini depan Barca. Saat itu ada Messi, Suarez, dan Neymar. Sebelumnya, di awal musim 2017/2018, Neymar sudah cabut duluan.

Menilik rekam jejak Lionel Messi sebagai bintang utama Barcelona sejak debutnya di tim utama pada 2004, sudah ada sejumlah sosok yang juga pernah menemaninya sebagai trio andalan di klub Catalan.

Sebelum ini, misalnya, Messi pernah menciptakan kolaborasi epik dengan Xavi Hernandez dan Andres Iniesta. Tiga serangkai ini, pada masanya, juga rutin menebar teror ke pertahanan lawan walaupun tidak praktis berada di garis terdepan seperti trio MSN. Seperti diketahui, Xavi meninggalkan Barcelona pada 2015 sementara Iniesta menyusul pergi pada tahun 2018.

Lalu di lini depan, Messi juga pernah jadi bagian tiga serangkai bersama David Villa dan Pedro Rodriguez. Villa cabut lebih dulu dari Barcelona di 2013, sedangkan Pedro dua tahun kemudian pada tahun 2015.

Di awal kemunculan Lionel Messi, dirinya pun pernah jadi bagian dari tiga serangkai maut lainnya bersama Ronaldinho dan Samuel Eto'o. Ronaldinho, ironisnya, disebut-sebut tersingkir dari Barca di tahun 2008 karena ada sosok Messi. Eto'o menyusul pergi di tahun 2009.




Bahkan di akhir musim 2008/2009, Eto'o bersama Messi dan Thierry Henry jadi mesin gol Barcelona yang saat itu treble. Trio ini mencetak total 100 gol; Lionel Messi dengan 38 gol, Eto'o lewat 36 gol, dan Thierry Henry memiliki 26 gol. Henry cabut di 2010.

Musim panas ini, Lionel Messi pun sebenarnya sempat ramai dikabarkan ingin pergi. Tapi pada akhirnya ia tetap bertahan di Barcelona, kembali menjadi yang tersisa dari deretan trio-trio maut Blaugrana sebelumnya.

(krs/rin)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com