Janji Capres Barcelona Jika Terpilih: Kembali Berdayakan Alumni La Masia

Adhi Prasetya - Sepakbola
Selasa, 09 Feb 2021 09:20 WIB
SEVILLE, SPAIN - JANUARY 17: Antoine Griezmann of Barcelona looks dejected following defeat in the Supercopa de Espana Final match between FC Barcelona and Athletic Club at Estadio de La Cartuja on January 17, 2021 in Seville, Spain. Sporting stadiums around Spain remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by David Ramos/Getty Images)
Barcelona lebih sering membeli pemain bintang selama beberapa tahun terakhir, di antaranya Antoine Griezmann. Foto: Getty Images/David Ramos
Jakarta -

Krisis keuangan membuat Barcelona memutar otak untuk memperkuat tim. Salah satunya dengan kembali menjadikan La Masia sebagai sumber pemain mereka.

Beberapa tahun terakhir, tak banyak jebolan La Masia yang naik ke tim utama. Hanya Ansu Fati yang sejauh ini terus bertahan di tim utama. Lainnya mayoritas dipinjamkan atau dilepas.

Praktis hanya nama-nama lama seperti Lionel Messi, Sergio Busquets, Gerard Pique, Sergi Roberto, dan Jordi Alba yang terus menjadi reperesentasi alumni La Masia. Barcelona lebih fokus mengejar pemain dari luar.

Belakangan, seiring problem finansial yang menyertai Barcelona, para pemain muda La Masia mulai dilirik lagi. Ada Riqui Puig dan Oscar Mingueza yang mulai sering diturunkan.

Ronald Araujo dan Pedri bukan jebolan La Masia, namun mereka dibeli murah sejak usia muda agar lebih mudah beradaptasi dengan sistem permainan Barcelona. Program yang seperti ini akan dilanjutkan oleh Toni Freixa, andai ia terpilih jadi Presiden Barcelona.

Hal ini untuk menekan pengeluaran dari transfer-transfer mahal yang menguras dana klub. Dengan begitu, keuangan Barcelona bisa lebih sehat.

"Jika kami terjerat utang, lalu kami punya pengeluaran gaji yang tinggi, di mana para pemain dibayar mahal, maka saat pemain tersebut tampil buruk, nilai pasarannya akan anjlok," kata Freixa, dikutip Marca.

"Itulah akibat dari kebijakan olahraga yang tak tepat. Solusi pertama adalah mengatur klub dengan baik terkait sisi olahraga. Barcelona bukan klub yang melakukan jual beli pemain, atau klub yang didanai oleh negara yang tak segan mengucurkan uang."

"Barcelona tak akan bisa merekrut pemain seharga 50 juta Euro lalu menjualnya dua kali lipat. Saat sang pemain bernilai 100 juta Euro, kami pasti menginginkannya bertahan. Oleh sebab itu, kami harus kembali ke model awal, mengandalkan bakat-bakat akademi (La Masia)."

Lionel Messi tetap menjadi kapten Barcelona musim 2020/21.Deretan pemain senior jebolan La Masia yang masih dipertahankan Barcelona, termasuk Messi. Foto: Miguel Ruiz/FC Barcelona

"Pique sedang cedera dan kami berhasil menemukan (Oscar) Mingueza atau (Ronald) Araujo (sebagai pengganti). Ceritanya tak akan sama jika kami punya uang," jelasnya.

Freixa akan bersaing dengan Joan Laporta dan Victor Font dalam pemilu Presiden Barcelona, yang akan digelar Maret mendatang.



Simak Video "Kontrak Selangit Messi Bikin Barcelona Terlilit Utang?"
[Gambas:Video 20detik]
(adp/nds)