Kroos: Penalti Lawan Sevilla Bisa Gagalkan Madrid Juara

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Jumat, 21 Mei 2021 00:04 WIB
MADRID, SPAIN - MAY 09: Zinedine Zidane, Head Coach of Real Madrid interacts with Referee Juan Martinez Munuera after the La Liga Santander match between Real Madrid and Sevilla FC at Estadio Alfredo Di Stefano on May 09, 2021 in Madrid, Spain. Sporting stadiums around Spain remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Denis Doyle/Getty Images)
Kroos: Penalti Lawan Sevilla Bisa Gagalkan Madrid Juara. (Foto: Getty Images/Denis Doyle)
Madrid -

Toni Kroos masih geram dengan penalti kontroversial di laga melawan Sevilla. Itu adalah momen sangat penting yang memengaruhi persaingan gelar juara LaLiga.

Real Madrid dipaksa Sevilla berbagi angka usai bermain imbang 2-2 di jornada 35 pada 9 Mei silam. Padahal El Real butuh kemenangan untuk memuncaki klasemen Liga Spanyol usai di laga lainnya, Atletico Madrid dan Barcelona seri.

Sebuah momen kontroversial terjadi di 15 menit terakhir pertandingan Madrid vs Sevilla saat skor masih 1-1. Wasit Juan Martinez Munuera pada awalnya memberi penalti kepada Madrid usai pelanggaran terhadap Karim Benzema.

Namun, Munuera meninjau kejadian itu sampai sebelum terjadinya serangan balik Madrid dan kemudian melihat Eder Militao melakukan handball meski diyakini bukan kesengajaan. Akhirnya, Munuera membatalkan penalti Madrid untuk diberikan kepada Sevilla, yang kemudian dieksekusi dengan sempurna oleh Ivan Rakitic.

Untunglah Eden Hazard sukses menciptakan gol penyama di akhir injury time sehingga Los Blancos terhindar dari kekalahan. Setelahnya, Real Madrid dan Atletico sama-sama meraih kemenangan beruntun dan dua poin saja untuk melakoni laga penentuan juara di akhir pekan ini.

Tidak bisa dipungkiri, peluang juara Madrid lebih kecil ketimbang rival sekotanya itu. Seandainya Madrid gagal juara, Kroos percaya, penalti kontroversial itu punya andil.

"Aku sebenarnya bukan seseorang yang suka mengeluh, tapi untuk kasus itu, aku betul-betul kesal," sungut gelandang Madrid itu pada podcast Einfach Mal Luppen, yang dilansir Marca.

"Zidane tidak terlalu mengatakan apapun tentang keputusan wasit dan dia selalu melindungi wasit. Jadi, fakta bahwa dia mendatangi si wasit setelah pertandingan menunjukkan dia sedikit kesal juga, sepertiku. Si wasit mencoba membenarkan dirinya sendiri, tapi kan itu adalah sebuah keputusan yang betul-betul keliru, menurut pendapatku," lanjut Kroos.

"Pendapatku sangatlah jelas dan sangat jarang aku menentang wasit. Tapi aku melakukannya saat itu. Kalau Anda merasa dirugikan, itu adalah satu hal di mana aku mengatakan 'itu tidak tepat'.

"[Militao] membelakangi bola dan bahkan tidak melihat bolanya, sedangkan di tayangan lambat Anda bisa melihat bahwa bolanya menyentuh bahu dia lebih dulu baru menyentuh lengannya. Kami kan diberi tahu bahwa kalau bola memantul dari anggota tubuh lain maka itu bukan handball."

"Untuk menyaksikan lagi dan merevisi keputusannya karena dia tidak meniup peluit langsung, itu adalah intervensi serius dalam kejuaraan. Kalau, pada akhirnya, kami tidak punya cukup [untuk juara] menurutku, itu adalah situasi yang juga berkontribusi pada situasi ini. Menurutku, ini jelas situasi yang memengaruhi. Bukan soal merasa dendam, melainkan merasa marah," sembur Kroos.



Simak Video "Kali Kedua Zinedine Zidane Mundur dari Real Madrid"
[Gambas:Video 20detik]
(rin/nds)