Xavi Sudah Setuju Latih Barcelona, Segera Putus Kontrak dengan Al Sadd

Adhi Prasetya - Sepakbola
Kamis, 28 Okt 2021 23:35 WIB
Jakarta -

Xavi Hernandez sedikit lagi akan menjadi pelatih baru Barcelona. Namun ia belum akan memimpin Gerard Pique dkk setidaknya hingga awal bulan depan.

Usai memecat Ronald Koeman, manajemen Barcelona langsung bergerak mendekati Xavi, yang selama dua tahun terakhir melatih Al Sadd di Liga Qatar. Eks kapten Blaugrana itu memang menjadi kandidat favorit Presiden Joan Laporta sejak lama.

Menurut pemberitaan terbaru dari Diario Sport, Xavi sudah mencapai kesepakatan dengan Al Sadd untuk memutus kontraknya, yang sebetulnya masih terikat kontrak sampai Juni 2023. Dengan begitu, ia bisa bebas menuju Barcelona.

Meski demikian, pemutusan kontraknya belum final, dan masih harus diproses. Oleh sebab itu, Barcelona mempromosikan Sergi Barjuan dari Barcelona B untuk menjadi caretaker.

Xavi, seperti dilaporkan TV3, masih harus menjalani kewajiban di Al Sadd setidaknya sampai 3 November mendatang. Ada dua laga yang masih akan ia pimpin dari bench, sebagaimana permintaan klub. Setelahnya, barulah ia dipersilakan pergi.

Itu artinya, Sergi akan memimpin Barcelona setidaknya di dua laga, yakni menghadapi Deportivo Alaves (30/10) di LaLiga dan Dynamo Kiev di Liga Champions (2/11). Tak tertutup kemungkinan ia akan melatih Barcelona lebih lama dari itu.

Sergi sudah langsung bekerja sejak ditunjuk sebagai pelatih interim. Entrenador 49 tahun itu sudah bertemu dengan para pemain dan memimpin latihan pada Kamis (28/10). Berdasarkan foto-foto yang dirilis Barcelona, Sergi mendapat sambutan hangat dari para pemain.

Barcelona diketahui baru saja memecat Ronald Koeman usai dikalahkan Rayo Vallecano 0-1 pada Kamis dini hari WIB. Ia dipecat beberapa jam setelahnya, mengakhiri kerja sama yang terjalin sejak musim panas tahun lalu.

Selama melatih Barcelona, Koeman berhasil menyumbang satu gelar Copa del Rey yang diraih pada musim lalu. Namun perjalanan tim yang tertatih-tatih di musim ini, di mana Barcelona sudah kalah lima kali di seluruh ajang, membuat kesabaran manajemen habis.

Xavi sendiri enggan bicara banyak mengenai hal ini di depan publik. Ia memilih fokus menangani Al Sadd dan menghormati hubungan kerja sama yang ada.

(adp/nds)