Sudah enam setengah tahun Arsenal tidak bisa menang di White Hart Lane. Tapi tadi malam pasukan Arsene Wenger berhasil mengakhiri penantian itu dan menundukkan Tottenham Hotspur.
Di pihak tuan rumah, kekalahan 0-1 via gol Tomas Rosicky tersebut membuat Tottenham semakin menderita. Mereka menelan 5 kekalahan dari 7 pertandingan terakhirnya di semua kompetisi.
Tim tuan rumah menurunkan skuat yang berbeda dari saat mereka dicukur Chelsea 4-0 pekan lalu. Pelatih Tim Sherwood masih memainkan Hugo Lloris di bawah mistar gawang, namu, di depannya terdapat duet Jan Vertonghen dan kapten Younes Kaboul, yang kembali bisa diturunkan lantaran bandingnya, atas kartu merah ketika melawan Chelsea dikabulkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di pihak tim tamu, Arsene Wenger menurunkan duet bek terbaik mereka, Laurent Koscielny dan Per Mertesacker. Permainan apik Alex Oxlade-Chamberlain pada dua pertandingan sebelumnya membuat ia kembali dipercaya mengisi posisi gelandang. Lukas Podolski juga diturunkan di sisi kiri Arsenal setelah ia mencetak gol ke gawang Bayern Munich di Liga Champions tengah pekan kemarin.
Jalannya Pertandingan

[Area permainan. Sumber: www.whoscored.com]
Tottenham lebih menguasai permainan dengan ball possession 62%, dengan bola yang banyak dimainkan di daerah pertahanan Arsenal. Mereka pun lebih sering menciptakan operan dan tembakan ketimbang musuhnya, tapi gagal memanfaatkan peluang tersebut menjadi gol lantaran tumpulnya lini serang, dan juga disiplinnya pertahanan lawan.

[Grafik operan. Sumber: FourFourTwo Stats Zone]
Bahkan Spurs juga bisa lebih banyak melakukan operan, sesuatu yang jarang bisa dilakukan oleh lawan-lawan Arsenal. Jumlah operan Spurs mencapai angka 471, lebih banyak dibandingkan dengan Arsenal yang melepaskan total berbanding 330 operan milik Arsenal.

[Grafik operan pada attacking third. Sumber: FourFourTwo Stats Zone]
Spurs juga banyak melakukan penetrasi dan menciptakan peluang melalui operan-operan di area attacking third mereka. Dari 471 passing, 168 di antaranya adalah operan pada area final third, dengan titik berat penyerangan pada sisi kiri pertahanan Arsenal. Sementara itu, Arsenal lebih banyak mengandalkan serangan melalui serangan balik cepat.

[Grafik umpan silang. Sumber: FourFourTwo Stats Zone]
Dominasi Spurs pada pertandingan ini juga ditunjukkan melalui angka umpan silang yang mereka lakukan, yaitu 34 kali. Namun, dari total angka tersebut, hanya 6 yang mendarat tepat sasaran. Sementara itu Arsenal hanya berhasil melepaskan 5 crossing dengan 2 yang sampai sasaran.
Spurs Lengah di Awal Laga
Pertahanan Spurs kembali menjadi sorotan buruk. Mereka sudah kemasukan 37 kali musim ini. Ini terhitung angka yang sangat banyak untuk tim yang sekarang sedang bertengger di posisi lima Premier League.

[Posisi para pemain. Sumber: whoscored]
Absennya kapten utama Michael Dawson seperti membuat koordinasi pertahanan semakin kacau. Gap antara Vertonghen dan Kaboul terlampau jauh, sementara fullback mereka juga seringkali terlihat naik secara bersamaan. Ini membuat situasi dua lawan tiga terjadi berkali-kali.
Hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh The Gunners, terutama karena hal ini terjadi pada detik-detik awal pertandingan. Kombinasi Chamberlain dan Rosicky berhasil melakukan serangan balik cepat melalui sisi kiri Spurs yang ditinggalkan oleh Danny Rose yang sedang naik.

[Sumber: FourFourTwo Stats Zone]
Rosicky, yang baru memperpanjang kontraknya di Arsenal, berhasil membobol gawang Lloris. Gol ini menjadi gol semata wayang pada pertandingan yang penuh peluang ini.
Pertarungan Sayap Inggris

[Grafik sisi penyerangan. Sumber: whoscored]
Baik Spurs maupun Arsenal sama-sama gemar menyerang melalui sisi kanan. Spurs mengandalkan Andros Townsend, sementara Arsenal mengandalkan Oxlade-Chamberlain. Kedua pemain ini sedang mempromosikan dirinya kepada pelatih timnas Inggris Roy Hodgson, supaya dibawa ke Piala Dunia 2014, menyusul cederanya Theo Walcott.
Permainan winger ini memikat perhatian dan menjadi atraksi tersendiri pada pertandingan derby ini. Townsend sering melakukan dribel, operan, dan crossing sementara Chamberlain lebih banyak melakukan pergerakan-pergerakan tanpa bola dan bahkan berhasil menciptakan satu buah assist.
Menggedor dari Luar Kotak Penalti

[Grafik zona tembakan. Sumber: whoscored]
Kedua tim banyak menciptakan peluang melalui tembakan dari luar kotak penalti, terutama Tottenham. Satu hal yang terlihat pada pertandingan ini adalah mandulnya pemain-pemain Spurs dalam melakukan penyelesaian. Peluang terbaik mereka bahkan berawal dari blunder Szczesny yang salah mengantisipasi crossing dari Kyle Walker. Namun Chadli gagal menembak bola ke dalam gawang,yang sudah tak berkiper itu, karena tendangannya berhasil diblok oleh Koscielny.

[Grafik peluang mencetak gol. Sumber: FourFourTwo Stats Zone]
Spurs berhasil melepaskan 17 tendangan, namun hanya 2 yang mencapai targetnya. Ini tentu akan memunculkan pertanyaan karena Spurs adalah satu-satunya tim 8 besar yang memiliki agregat gol yang bernilai minus (37-38).
Arsenal sebenarnya tidak terlalu bagus juga dalam urusan serangan. Namun setidaknya lebih baik dari Spurs, dengan 7 tembakan ke gawang, dengan 3 di antara on target.
Kegemilangan Koscielny dan Mertesacker

[Grafik clearance. Sumber: FourFourTwo Stats Zone]
Grafik di atas bisa mempresentasikan kerja keras atau tidaknya pertahanan dari masing-masing tim. Unggul sejak detik awal dan dikurung selama sisa 90 menit pertandingan membuat pertahanan Arsenal harus bekerja ekstra disiplin dan ekstra konsentrasi pada pertandingan yang berat ini.
Seolah tidak boleh melakukan kesalahan, baik Koscielny, Mertesacker, maupun sang penjaga gawang, Szczesny, saling bahu-membahu untuk bekerja menyapu bola dan "menambal" kesalahan dari salah satu dari mereka.
Patut diakui bahwa duet Koscielny dan Mertesacker adalah salah satu yang terbaik musim ini. Koscielny adalah bek yang cepat dan lincah, sementara Mertescaker lebih lamban, kaku, namun kuat dan pandai membaca permainan.
Koscielny yang sempat diragukan sejak kedatangannya ke Arsenal karena terkenal linglung dan tidak konsisten, akhirnya mampu menemukan bentuk permainan terbaiknya di level klub maupun timnas Prancis.
Kesimpulan
Meskipun lebih menguasai pertandingan, Spurs melakukan kesalahan kecil pada awal pertandingan yang sayangnya malah berbuah gol. Rosicky kemudian menghukum Spurs melalui serangan balik yang dimulai ketika Kaboul kehilangan bola di area lapangan Arsenal.
Sepanjang pertandingan, defensive line Spurs memang sering terlihat sampai ke tengah lapangannya sendiri. Ini bisa terjadi karena memang permainan bola banyak dimainkan di sisi lapangan Arsenal, sehingga kadang bek dan fullback juga ikut membantu ke depan.
Selain itu juga, seringkali Vertonghen dan Kaboul kedapatan berada pada gap yang terlalu jauh, sehingga meninggalkan ruang kosong di tengah, yang hanya sesekali diisi oleh Sandro.
Hal-hal ini lah yang menjadi titik lemah Spurs jika diserang balik. Apalagi Arsenal juga memiliki Santiago Cazorla, Podolski, Rosicky, dan juga Chamberlain yang memiliki kecepatan tinggi dalam serangan balik, terutama pada sosok Rosicky dan Chamberlain. Ditambah lagi operan-operan matang yang memanjakan mereka dari kaki Arteta.
Di babak kedua permainan tidak berubah banyak. Spurs masih membombardir pertahanan Arsenal terutama melalui bola-bola panjangnya ke Adebayor. Taktik ini tidak berhasil membuahkan gol akibat dari dominannya penampilan Koscielny dan Mertesacker, dengan Mertesacker yang mengakhiri pertandingan dengan 7 duel berhasil dan 20 clearance.
====
* Dianalis oleh @panditfootball. Profil lihat di sini
(a2s/roz)











































