"Ketika hari pertama Capello datang, dia sangat menakutkan," sahut Rooney kepada Sky Sports.
"Waktu itu gila rasanya. Di lapangan latihan, anda baru berlatih tiga detik lalu ia memberhentikan anda. Dan menaruh anda di posisi anda seharusnya. Ia secara psikologi akan mendorongmu dan itu sangat mengintimidasi anda," sambung Rooney mengenai kesan pertamanya bertemu Capello.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inggris tampil trengginas di babak kualifikasi dengan memenangi sembilan laga pertamanya sebelum dikalahkan Ukraina di partai pamungkas. Soal produktifitas, Rooney dk sangat garang di depang gawang dengan mencetak 34 gol dan hanya kemasukan enam gol.
Hal itulah yang bikin Rooney menyanjung tinggi pelatih yang telah malang melintang di klub-klub besar Eropa. Capello dengan tangan dinginnya mampu menaikkan mental 'Pasukan Tiga Singa' yang saat itu terpuruk karena tersingkir dari Pra Piala Eropa 2008.
"Dia (Capello) merubah segalanya. Kamu harus sadar jika membuat kesalahan saat latihan. Ia merekam segalanya dan hal itu pernah dilakukannya kepada Glen Johson karena Capello tidak suka caranya melakukan throw in," tukas Rooney soal perfeksionisnya Capello.
"Semuanya harus benar. Tapi ia telah melakukan pekerjaan yang fantastis dan kami sangat senang memilikinya. Ia mengembalikan kepercayaan diri kami sebagai tim dan memberikanku kebebasan untuk bermain," ujarnya.
Tak hanya soal keperfeksionisan Capello, Rooney menilai pria usia 60 tahun itu adalah pelatih yang jeli melihat bakat seorang pemain. Dan hal itulah yang ditunjukkan dalam kurun tiga tahun melatih di mana banyak pemain-pemain baru di timnas.
"Dia memberikan kepercayaan kepada para pemain yang mungkin di masa lalu tidak mempunyai keyakinan kalau mereka cukup baik untuk bermain di Inggris. Anda dapat mengetahuinya saat melihat tim secara keseluruhan," pungkasnya.
(mrp/fjp)











































