Kekecewaan terhadap Jabulani salah satunya muncul dari penyerang Italia Giampaolo Pazzini. Pemain Sampdoria tersebut menyebut Jabulani sebagai 'bencana'. Kiper Brasil Julio Cesar bahkan mengatakan bola tersebut murahan layaknya bola yang bisa dibeli di supermarket.
Kiper Spanyol Iker Casillas juga ikut berkomentar dengan mengatakan Jabulani seperti bola pantai. Terakhir, kiper Robert Green (Inggris) dan Faouzi Chaouchi (Aljazair) melakukan blunder yang mengakibatkan gawangnya kebobolan. Jabulani lagi-lagi dianggap sebagai biang keladi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu hanya karena para pemain belum terbiasa menggunakannya," tegas Dr Andy Harland dan koleganya dari Loughborough University Inggris seperti dikutip Soccernet, Senin (14/6/2010). Mereka adalah para pembuat bola yang diklaim paling bulat dan ringan tersebut.
"Saya bisa menjamin tidak ada masalah dengan bola tersebut," tambah Harland. "Kami sudah melakukan riset bertahun-tahun untuk membuat bola itu. Kelebihannya memiliki panel lebih sedikit dari bola lain sehingga bisa menembus udara. Bola tersebut adalah bola yang paling stabil," tegasnya.
Herland juga menambahkan, para pemain Inggris sebetulnya sudah diajak untuk berdiskusi soal Jabulani sebelum berangkat ke Afsel. Namun, tak direspons hingga saat ini.
"Saya sudah dengar komplain soal bola itu. Tapi sekali lagi, itu karena para pemain belum terbiasa dengan bola tersebut," pungkasnya.
(mad/arp)











































