Duel Dua Pertahanan Terbaik

Jelang Final

Duel Dua Pertahanan Terbaik

- Sepakbola
Minggu, 09 Jul 2006 14:19 WIB
Duel Dua Pertahanan Terbaik
Berlin - Duel final Piala Dunia 2006 tengah malam nanti atau Senin (10/7/2006) dinihari WIB menghadirkan dua kesebelasan yang memiliki pertahanan terbaik. Siapa lebih tangguh di antara Italia dan Prancis?Italia dari enam penampilannya di Jerman baru kebobolan satu gol, itupun oleh bunuh diri Cristian Zaccardo, sewaktu bermain imbang 1-1 melawan Amerika Serikat di penyisihan Grup E.Sebenarnya tidaklah mengherankan apabila Italia punya lini belakang yang kuat. Dari dulu tim ini memiliki tradisi catenaccio, yang meskipun kerap disindir lantaran dianggap menghambat perkembangan permainan ofensif, tapi faktanya karena itu mereka menjadi besar dan digjaya.Dua dari kuartet pertahanan Italia bahkan masuk kandidat calon peraih Golden Ball alias pemain terbaik turnamen ini. Gianluca Zambrotta begitu mobile sebagai bek kanan, sedangkan kapten Fabio Cannavaro, yang nanti malam akan memainkan laga ke-100 buat negaranya, memperlihatkan kualitas dirinya yang sesungguhnya."Penampilan Cannavaro di Piala Dunia ini betul-betul tak bisa dipercaya. Saya rasa tak diragukan lagi dialah bek terbaik di dunia," puji pelatihnya, Marcello Lippi. Cannavaro kali ini tidak berduet dengan partner sehatinya Alessandro Nesta yang cedera di pertandingan ketiga melawan Republik Ceko. Tapi pengganti Nesta, Marco Materazzi, justru tampil impresif. Ia meninggalkan citra buruknya sebagai salah satu bek handal yang sering membuat blunder.Di sektor bek kiri, nama Fabio Grosso dipastikan menjulang. Ia adalah pahlawan kemenangan Italia atas tuan rumah Jerman di babak semifinal, meskipun Alessandro del Piero juga mengukir satu gol di menit 120.Empat pemain bertahan itu mengawal dengan baik kiper yang juga amat hebat, siapa lagi kalau bukan Gianluigi Buffon. Portiere termahal dunia itu bahkan bisa mencatat rekor paling lama tidak kebobolan. Gawangnya belum kemasukan lagi dalam 453 menit terakhir, sementara rekor tersebut dipegang seniornya Walter Zenga, yang tak kebobolan selama 517 menit di Piala Dunia 1990 sampai Italia kalah dari Argentina di semifinal.Sementara itu Prancis tampil di final dengan hanya kebobolan dua kali dari enam pertandingan sebelumnya: satu kali oleh Park Ji-sung (Korea) dan satu lagi oleh David Villa (Spanyol). Ini berarti barisan belakang mereka terbukti masih kuat.Fabien Barthez mungkin sempat bikin blunder yang nyaris menjerumuskan timnya saat melawan Portugal di semifinal. Tapi secara keseluruhan ia masih bisa membuktikan kepercayaan Raymond Domenech yang menomorsatukan dirinya ketimbang Gregory Coupet.Sementara itu Willy Sagnol tak tergantikan sebagai bek kanan utama Les Bleus. Ia cepat dalam menyerang dan bertahan, meneruskan apa yang dulu biasa dilakukan Lilian Thuram, yang kini bergeser ke tengah.Thuram pun ternyata masih hebat. Usia 34 tahun tentu saja membuat kecepatannya jauh berkurang, tapi visi bermain dan pengalaman amat membantunya bermain konsisten. Kelemahannya dalam hal kecepatan toh ditopang oleh William Gallas, yang selalu bermain tanpa kompromi di sebelah Thuram.Di posisi bek kiri, Eric Abidal memang tak terlalu menonjol. Tapi ia tetap saja berhasil mengalahkan Mikael Sylvestre untuk mengisi posisi tersebut. Sylvestre hanya satu kali dimainkan saat melawan Togo, setelah itu Domenech selalu menurunkan Abidal full time.Dari dua pertahanan terbaik itu, siapa yang akhirnya patah di penghujung jalan sehingga membuat lawannya keluar sebagai juara? Tunggu saja nanti di Berlin. (a2s/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads