Final Euro 2020: Antonio Conte Ungkap Sisi Lemah Inggris

Yanu Arifin - Sepakbola
Jumat, 09 Jul 2021 08:20 WIB
BERGAMO, ITALY - AUGUST 01:  FC Internazionale coach Antonio Conte issues instructions to his players during the Serie A match between Atalanta BC and FC Internazionale at Gewiss Stadium on August 1, 2020 in Bergamo, Italy.  (Photo by Emilio Andreoli/Getty Images)
Antonio Conte membeberkan titik lemah Inggris jelang final Euro 2020. (Foto: Getty Images/Emilio Andreoli)
Roma -

Final Euro 2020 mempertemukan Italia vs Inggris. Antonio Conte membeberkan titik lemah The Three Lions.

Dua tim sudah memastikan jadi finalis Euro 2020. Italia dan Inggris yang akan saling berhadapan di Stadion Wembley, London, Inggris, Senin (12/7/2021) dini hari WIB.

Italia maju ke final, setelah mengandaskan Spanyol lewat adu penalti. Berimbang 1-1 hingga 120 menit, Gli Azzurri menang tos-tosan 4-2.

Sementara Inggris juga susah payah mengalahkan Denmark. Pasukan Gareth Southgate menang 2-1, dengan gol kemenangannya tercipta di babak tambahan.

Inggris, sepanjang turnamen, baru kebobolan sekali. Itu terjadi saat melawan Denmark di semifinal. Harry Kane dkk pun menjadi lawan yang terlihat kuat untuk dihadapi Italia.

Conte, yang pernah melatih Timnas Italia pada klub Inggris Chelsea, membeberkan titik lemah Inggris jelang Final Euro 2020. Pria yang kini sedang menganggur itu menyebut, Inggris punya kelemahan saat ditekan.

"Tidak seperti Spanyol, yang cenderung mengopernya ke belakang, mereka selalu mencoba untuk memukul Anda dalam situasi satu lawan satu. Banyak juga yang memuji Harry Kane atas kemampuannya merebut bola dan bermain bersama tim, seperti saat menyamakan kedudukan melawan Denmark. Tentu saja, dia bagus dalam hal itu, tetapi di dalam kotak di mana dia klinis dan sebagai pelatih, saya akan selalu menahannya di sana, karena dia menghancurkan," kata Conte, dilansir Football-Italia.

"Ada dua gelandang yang sangat mengandalkan fisik seperti Declan Rice dan Kalvin Phillips, yang membawa keseimbangan. Tetapi sangat sedikit operan vertikal, sering kali menggunakan opsi sederhana."

"Titik lemah bagi Inggris adalah jika pertahanan mereka ditekan saat membangun dari belakang. Mereka tidak sebaik Spanyol dalam menghindari tekanan. Namun, jika Anda tampil sangat menyerang dan mereka bisa lolos, perhatikan langkah di lini depannya. Sekali lagi, ini saatnya Italia menunjukkan pengalamannya membaca berbagai momen pertandingan," ujar Conte.

(yna/rin)