Dengan gigi depan yang jarang-jarang, wajah Joe Jordan jauh dari kata tampan. Namun bukan hanya wajahnya saja yang buruk, tetapi aksinya di atas lapangan juga menimbulkan ancaman buat lawan-lawannya.
Jordan 'sukses' merebut gelar sebagai pemain paling kotor di putaran final Piala Dunia sejak tahun 1966. Mantan pesepakbola yang kini menjabat sebagai asisten pelatih Tottenham Hotspur itu membuat lebih banyak pelanggaran per 90 menit daripada pemain lain pada umumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang saat ini berusia 58 tahun tersebut membuat rata-rata 5,1 pelanggaran tiap satu laga. Ia membuat pelanggaran lebih banyak dibanding pemain Australia Tim Cahill, yang berada di urutan kedua dengan rata-rata 4,9 pelanggaran, disusul Jostein Flo dari Norwegia yang membuat 4,8 foul.
Akan tetapi jumlah yang diperoleh Cahill tersebut berpotensi bertambah. Pasalnya pemain Everton tersebut akan tampil di Piala Dunia tahun ini.
Skotlandia kembali mengirim wakilnya, Gordon Durie, ke dalam daftar itu. Durie yang bermain untuk negaranya bercokol di urutan empat dengan jumlah rata-rata pelanggaran 4,8 namun ia membuatnya dalam durasi waktu yang lebih banyak dari yang dibuat Flo, padahal dia adalah seorang penyerang!
Anatoly Byshovets (Uni Sovyet) menduduki peringkat lima. Pria kelahiran Ukraina tersebut bikin rata-rata 4,6 pelanggaran, sedangkan pemain legendaris Iran, Ali Daei, berada di belakang Byshovets juga dengan membuat catatan yang sama namun durasi bermainnya lebih banyak 60 menit.
Empat peringkat selanjutnya memiliki rata-rata pelanggaran yang sama yakni 4,4 dengan durasi waktu bermain di Piala Dunia yang berbeda. Berturut-turut mereka adalah Jose Perdomo (Uruguay), Nelson Vivas (Argentina), Pablo Mastroeni (AS) dan Josev Chovanec (Cekoslowakia).
Kategori pemain dengan penerima kartu terbanyak jatuh pada mantan pemain Kamerun, Andre Kana-Biyik. Ia menerima rata-rata satu kartu dalam 90 menit. Sebanyak keiikutsertaannya pada Piala Dunia 1990 dan 1994, ia mengoleksi tiga kartu kuning dan satu kartu merah.
Di urutan selanjutnya terdapat Luciano Monzon (Argentina) dengan rata-rata 0,97 kartu per 90 laga; Paulo Costinha (Portugal) 0,95; Jose Caminero 0,86 kartu, Mastroeni (AS) 0,86; Terry Fenwick (Inggris) 0,75; Khalid Al Muwaillid (Arab Saudi) 0,73; Stig Tofting (Denmark) 0,72; Rogibert Song 0,69 (Kamerun) dan Lee (Korea Selatan) 0,69. (a2s/roz)











































