Dari catatan pertandingan yang dirilis Soccernet, Spurs mendominasi Inter nyaris dalam segala aspek. Selain penguasaan bola (57%:43%), tuan rumah berhasil melepaskan 17 tendangan dengan 13 di antaranya mengarah ke sasaran. Sementara Inter cuma diberi kesempatan melepaskan tujuh tembakan, itupun hanya dua yang mengarah ke gawang.
Babak pertama berjalan satu arah dengan dominasi ada di pihak Spurs, dan hasilnya adalah dua gol tuan rumah melalui Gareth Bale dan Gylfi Sigurdsson. Di babak kedua rapuhnya lini belakang Inter kembali bisa dimanfaatkan oleh Spurs setelah Jan Vertonghen mencatatkan namanya di papan skor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu 90 menit yang penuh dengan performa dan sepakbola menyerang yang sangat baik. Kami mencoba membatasi kesempatan mereka dan punya sangat banyak peluang. Ini malah yang hebat di (kompetisi) Eropa," sahut Villas-Boas usai pertandingan.
Keunggulan tiga gol membuat Spurs punya peluang besar untuk lolos ke delapan besar. Pekan depan di Giuseppe Meazza, tim asal London utara itu tetap akan lolos meski kalah 0-2. Fakta tersebut tak lantas membuat Villas-Boas tenang karena bertamu ke Milan disebutnya bakal menyulitkan.
"Sayangnya kami belum lolos saat ini, kami masih harus pergi ke sana dan San Siro adalah tempat yang sulit untuk dikunjungi," lanjut pelatih asal Portugal itu di Skysports.
(din/mfi)











































