Pada pertemuan perdana babak perdelapanfinal Liga Champions tersebut, Moutinho dengan jeli masuk ke dalam kotak penalti Malaga untuk kemudian menyelesaikan umpan yang dilepaskan Alex Sandro. Gol di menit ke-55 itu menjadi satu-satunya gol di Estadio do Dragao 19 Februari silam.
Pertandingan di leg pertama tersebut sempat berjalan alot di awal. Gelandang Porto, Fernando, tampil apik. Namun demikian, pertarungan di lini tengah dengan hadirnya Jeremy Toulalan di kubu Malaga membuat laga tersebut berjalan relatif seimbang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi mantan manajer Real Madrid tersebut, hanya ada satu cara untuk menghadapinya: meladeninya dengan permainan tempo tinggi.
"Kami tidak memprediksi Porto datang ke sini dan berusaha mempertahankan keunggulan mereka," ujar Pellegrini di Soccerway.
"Mereka punya gaya bermain yang khas dan pemain-pemain dengan karakteristik khusus. Jadi, saya pikir mereka akan datang ke sini dan memainkan permainan yang sama seperti pertandingan-pertandingan lainnya, seperti ketika mereka bermain di fase grup."
"Mereka akan bermain untuk mendapatkan gol. Yang terpenting bagi kami adalah bermain seimbang, menerapkan tempo tinggi, dan percaya bahwa kami punya kans yang sama dengan mereka untuk lolos."
Bagi Malaga, yang merupakan debutan di Liga Champions, kesuksesan melaju ke babak 16 besar adalah pencapaian yang terbilang oke. Tapi, Pellegrini belum cukup puas. Setidaknya dia ingin timnya melaju dan berada di antara 8 tim terbaik di Liga Champions musim ini.
"Kami akan berusaha keras untuk melangkah menjadi salah satu dari 8 tim terbaik di Eropa. Itu akan menjadi hal yang luar biasa buat klub ini," tandasnya.
(roz/krs)











































