Selama memperkuat Chelsea, ketajaman Fernando Torres memang belum jadi sehebat ketika dia di Liverpool. Tapi, Torres kerap tampil menentukan buat The Blues.
Bisa jadi, pertanyaan mengapa Torres masih kerap dipasang meskipun jumlah golnya tidak sesuai ekspektasi, cuma pelatih yang bisa menjawabnya. Rafael Benitez pernah mengatakan bahwa Torres oke pada sesi latihan dan itu sudah cukup untuk membuatnya memasang bomber asal Spanyol itu di pertandingan.
Sejak pindah ke Chelsea, torehan gol Torres di liga belum pernah mencapai dua digit. Musim ini dia baru mencetak 7 gol di liga, tapi itu pun sudah merupakan sebuah peningkatan dari musim lalu, di mana dia hanya mencetak 6 gol. Malahan, kalau dilihat dari sudut pandang lebih besar, musim ini Torres lebih subur dari dua musim sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koleksi teranyarnya datang pada final Liga Europa, Kamis (16/5/2013) dinihari WIB, di mana Chelsea menang 2-1 atas Benfica. Torres membuka gol pada laga tersebut ketika dirinya melewati kiper Benfica, Artur, dan melepaskan tendangan kaki kanan ke arah gawang. Gol itu seperti menjadi pelepas dahaga untuk Chelsea.
Bukan apa-apa, sebelum gol di menit 59 itu datang, Benfica relatif bermain dominan --terutama di babak pertama. Tercatat, di babak pertama Chelsea hanya menguasai mendapatkan penguasaan bola sebesar 38%. Bahkan lima menit selepas jeda, Benfica sempat mencetak gol lewat Oscar Cardozo. Namun, gol itu dianulir karena penyerang asal Paraguay itu lebih dulu terjebak offside.
Torres memang bukan sekali ini saja tampil jadi penentu. Ingat semifinal Liga Champions musim lalu? Ya, dia jugalah yang memuluskan jalan Chelsea ke final lewat golnya ke gawang Barcelona.
"Babak pertama memang tidak berjalan dengan baik. Kami pun harus mengubah mentalitas kami untuk bisa menang. Anda bisa lihat itu di babak kedua," ujar Torres di Sky Sports.
"Saya amat senang. Itu adalah sebuah pertandingan yang amat sengit," lanjutnya lagi.
Seperti dilansir Opta, dengan 9 golnya di kompetisi antarklub Eropa musim ini, Torres hanya kalah dari Cristiano Ronaldo (12 gol) dan Robert Lewandowski (10 gol). Bisa dibilang, Torres musim ini memang tidak jelek-jelek amat.
Dengan raihan trofi Liga Europa, koleksi trofi Torres pun terbilang nyaris lengkap. Dia sudah pernah meraih trofi Piala Dunia, Piala Eropa, Piala FA, dan Liga Champions. Hanya trofi juara liga saja yang belum.
(roz/din)











































