Sevilla hanya berjarak tiga laga lagi dari sebuah sejarah baru di kompetisi Eropa pada era modern saat ini. Semua itu akan dimulai saat menghadapi Shakhtar Donetsk di leg pertama semifinal Liga Europa dinihari WIB nanti.
Sevilla adalah juara bertahan Liga Europa dalam dua musim terakhir ini. Klub Andalusia itu jadi satu-satunya klub yang mampu mempertahankan gelar kompetisi Eropa di era modern sekarang.
Kini Sevilla pun bisa menepuk dada dengan bangga karena mereka adalah penguasa Eropa meskipun hanya di kompetisi level kedua, bukan Liga Champions.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Leg pertama akan digelar di Arena Lviv, Jumat (29/4/2016) dinihari WIB nanti sebelum berjumpa di Ramon Sanchez Pizjuan pekan depan.
Bukan tugas mudah mengingat Shakhtar punya skuat yang tangguh meski sudah ditinggal beberapa pemain bintangnya. Namun, karena trofi Liga Europa begitu penting untuk Sevilla musim ini, maka mereka mau tak mau harus memenanginya.
Pasalnya hanya itu jalur mereka untuk bisa lolos ke Liga Champions setelah dari La Liga, mereka sudah tertinggal 9 poin dari posisi keempat yang ditempati Villarreal dengan tiga laga tersisa.
"Kami punya banyak harapan. Kami tahu betapa pentingnya momen saat ini. Saya melihat para pemain begitu antusiasi, tahu bahwa mereka punya kesempatan untuk menciptakan sejarah," ujar pelatih Sevilla Unai Emery seperti dikutip Soccerway.
"Saya pikir peluang kedua tim 50:50. Mereka (Shakhtar) juga pernah juara di sini. Mereka adalah tim juara, mereka punya pelatih juara, dan sejarah mereka hebat," sambungnya.
"Mereka punya pemain level internasional, tapi kami dalam misi mempertahankan titel juara. Saya pikir laga besok bukanlah penentuan."
(mrp/mfi)











































