sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Sabtu, 15 Agu 2020 14:45 WIB

Kekalahan Telak Barcelona dan Deja Vu Pembantaian Brazil 7-1

Putra Rusdi K - detikSport
LISBON, PORTUGAL - AUGUST 14: Thomas Mueller of FC Bayern Munich celebrates with teammate Serge Gnabry after scoring his teams first goal during the UEFA Champions League Quarter Final match between Barcelona and Bayern Munich at Estadio do Sport Lisboa e Benfica on August 14, 2020 in Lisbon, Portugal. (Photo by Rafael Marchante/Pool via Getty Images) Thomas Mueller mengatakan kemenangan 8-2 Bayern Munich atas Barcelona lebih spesial dari keberhasilannya membantai Brasil 7-1 dengan Jerman (Foto: Getty Images/Pool)
Lisbon -

Kemenangan Bayern Munich 8-2 atas Barcelona dianggap "deja vu" Jerman membantai Brasil 7-1 di Piala Dunia 2014. Namun, pilar Die Roten enggan menyamakannya.

Bayern tanpa ampun membantai Barcelona 8-2 di Estadio da Luz, Lisbon, Portugal, pada perempatfinal Liga Champions, Sabtu (15/8/2020) dini hari WIB. Delapan gol Die Roten di laga ini dibuat oleh enam pemain berbeda.

Gol tersebut diciptakan oleh dua gol Phillippe Coutinho serta gol dari Thomas Mueller, Ivan Perisic, Serge Gnabry, Joshua Kimmich dan Robert Lewandowski. Sementara, Blaugrana hanya mampu membalas dua gol melalui bunuh diri David Alaba dan Luis Suarez.

Kemenangan telak Bayern atas Barcelona ini banyak disamakan dengan keberhasilan timnas Jerman mengalahkan Brasil 7-1 di semifinal Piala Dunia 2014. Pasalnya, empat penggawa Bayern kala mengalahkan Barcelona turut merasakan kemenangan atas Brasil enam tahun yang lalu.

Empat sosok tersebut adalah Manuel Neuer, Jerome Boateng, Thomas Mueller serta pelatih Bayern Hansi Flick. Flick saat itu masih berstatus sebagai asisten juru taktik Die Mannschaft, Joachim Loew.

Meski begitu, Mueller menilai kemenangan atas Barcelona ini jauh lebih spesial dari pada saat membantai Brasil 7-1. Ini karena Bayern begitu dominan dari dalam melancarkan serangan.

Dikutip dari Opta, juara Bundesliga ini melakukan 26 kali percobaan tembakan dengan di antaranya mengarah ke gawang. Unggul sangat jauh dari Barcelona yang hanya melakukan tujuh tembakan dengan lima on target.

[Gambas:Opta]

"Pada tahun 2014 melawan Brasil ,kami tidak memiliki dominasi sama seperti ini. Namun, hal terbaik dari laga ini adalah para pemain pengganti juga punya sikap dan kegembiraan yang sama," ujar Mueller dikutip dari Mirror.

"Itu adalah sesuatu yang sudah terjadi dan sebaiknya jangan kita bicarakan. Mari kita membicarakan hari ini. Ini adalah malam yang istimewa, hasil dan cara kami bermain sangat istimewa."

Pendapat nyaris serupa juga dikemukakan oleh Flick. Ia tak enggan membahas keberhasilan membantu Loew menjungkalkan Brasil 7-1.

"Anda tahu bahwa saya tidak akan melihat ke belakang karena yang terpenting adalah apa yang terjadi saat ini," kata Flick saat ditanya tentang perbandingan dengan kemenangan Jerman pada 2014 dikutip dari Reuters.



Simak Video "Serangan Ganas Bayern Robek Gawang Barcelona 8 Gol"
[Gambas:Video 20detik]
(pur/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com