Tak Muncul di Sesi Penyerahan Medali, Lukaku Dibela Carragher

Adhi Prasetya - Sepakbola
Sabtu, 22 Agu 2020 21:55 WIB
COLOGNE, GERMANY - AUGUST 21: Romelu Lukaku of Inter Milan celebrates after scoring his teams first goal during the UEFA Europa League Final between Seville and FC Internazionale at RheinEnergieStadion on August 21, 2020 in Cologne, Germany. (Photo by Friedemann Vogel/Pool via Getty Images)
Lukaku tak muncul di sesi penyerahan medali. Foto: Getty Images/Pool
Jakarta -

Romelu Lukaku tak muncul dalam sesi penyerahan medali di final Liga Europa. Penyerang Inter Milan itu tampaknya terpukul karena kekalahan timnya atas Sevilla.

Meski mencetak satu gol untuk Inter di laga final, ia juga ikut 'berperan' dalam gol kemenangan Sevilla. Dalam situasi 2-2 di menit ke-74, tembakan Diego Carlos coba dihalau oleh Lukaku, namun alih-alih dibuang jauh, bola malah masuk ke gawang sendiri.

Pada akhirnya, Sevilla yang keluar sebagai juara. Sesi penyerahan medali dan trofi pun dimulai seusai laga, dimulai dari Inter sebagai runner-up yang naik ke podium.

COLOGNE, GERMANY - AUGUST 21: Romelu Lukaku of Inter Milan scores an own goal, Seville's third goal, during the UEFA Europa League Final between Seville and FC Internazionale at RheinEnergieStadion on August 21, 2020 in Cologne, Germany. (Photo by Lars Baron/Getty Images)Momen Lukaku mencetak gol bunuh diri di final Liga Europa. Foto: Getty Images/Lars Baron

Namun di sesi itu batang hidung Lukaku tak terlihat. Besar kemungkinan ia masih kecewa atas kekalahan timnya, terlebih ia berkontribusi lewat gol bunuh dirinya.

Ada yang menganggap hilangnya Lukaku di sesi penyerahan medali tak mencerminkan sportivitas. Namun eks bek Liverpool yang kini menjadi pundit, Jamie Carragher, memahami sikap penyerang Belgia tersebut.

"Ya, harusnya dia hadir di sesi penyerahan medali, tapi mudah bagi kita yang cuma duduk menonton untuk bilang begitu," kata Carragher kepada CBS Sport, dikutip Metro.

"Idealnya, semua orang hadir dan menunjukkan sikap ksatria. Tapi ketika seseorang begitu menginginkan gelar itu, dan dia juga berperan terhadap gol kemenangan lawan, orang bisa bereaksi buruk terhadap hal itu."

"Kalau saya jadi rekan setimnya, sejujurnya saya tak akan mempermasalahkannya. Jelas-jelas dia merasa terpukul dengan kekalahan itu. Selama dia sudah bersalaman dengan pemain lawan seusai laga dan menunjukkan rasa hormat, saya pikir itu yang terpenting," jelas Carragher.

Hal serupa pernah dilakukan oleh Zinedine Zidane di final Piala Dunia 2006 antara Italia vs Prancis. Ia diketahui mendapat kartu merah di masa perpanjangan waktu dan Prancis akhirnya kalah dalam adu penalti. Di sesi penyerahan medali, pria yang kini melatih Real Madrid itu juga tak hadir.

(adp/yna)