Gaya Andrea Pirlo: Gemar 4-3-3, 'Berguru' ke Pep Guardiola

Yanu Arifin - Sepakbola
Senin, 19 Okt 2020 20:10 WIB
Juventus coach Andrea Pirlo watches the Italian Serie A soccer match between Juventus and Sampdoria at the Allianz stadium in Turin, Italy, Sunday, Sept. 20, 2020. (Marco Alpozzi/LaPresse via AP)
Pelatih Juventus, Andrea Pirlo. (Foto: Marco Alpozzi/AP Photo)
Turin -

Andrea Pirlo banyak mengungkap bagaimana gaya melatihnya saat ini. Setelah mengaku gemar formasi 4-3-3, pelatih Juventus itu juga berguru ke Pep Guardiola.

Pirlo ditunjuk Juventus menjadi pelatih utama musim ini. Padahal, pria 41 tahun itu baru saja mengawali kariernya sebagai pelatih tim B Bianconeri, yang tercatat cuma 21 hari sampai dirinya ditunjuk melatih Cristiano Ronaldo dkk.

Eks pemain Inter Milan, AC Milan, dan Juventus itu sudah memimpin empat pertandingan Si Nyonya Tua di pentas Serie A musim ini. Hasilnya, dua kemenangan dan dua hasil imbang didapat, yang membuat juara bertahan Liga Italia itu berada di posisi lima klasemen sementara.

Tengah pekan ini, Pirlo akan menjalani debutnya melatih Juventus di Liga Champions. Dynamo Kiev menjadi lawan perdananya, di mana Juventus akan bertandang ke Rusia pada Rabu (21/10/2020) dini hari WIB.

Jelang laga itu, Pirlo sendiri ditanya siapa pelatih yang menjadi acuannya saat ini. Dengan mantap, ia menyebut nama Guardiola.

Guardiola, yang kini melatih Manchester City, sukses membawa Barcelona berjaya ketika melatihnya pada 2008-2012. Ketika melatih Lionel Messi dkk, pelatih asal Catalunya itu bisa membawa Blaugrana juara Liga Champions dua kali dan tiga gelar LaLiga dengan gaya permainan menyerang yang menarik.

Hal itu kian menegaskan bahwa Pirlo memang menyukai gaya sepakbola menyerang. Di awal kedatangannya, ia bahkan mengaku ingin timnya bermain menyerang total dan formasi kegemarannya adalah 4-3-3.

"Guardiola adalah contoh bagi kita semua, dia salah satu yang terbaik. Dia memberi jalan kepada pelatih muda yang ingin menerapkan tipe permainan menyerang," kata Pirlo kepada UEFA.com.

"Tiap pelatih pasti punya ide dan ingin menerapkannya, tapi dia menjadi model untuk semua gerakan sepakbola."

"Saya suka gaya permainannya, selalu menyerang dan memengaruhi permainan untuk mengendalikan situasi. Itu harus menjadi tujuan kami ke depannya," kata Pirlo.

(yna/bay)