Andai Sundulan Alexis Sanchez Tak Kena Lukaku...

Putra Rusdi K - Sepakbola
Kamis, 10 Des 2020 09:21 WIB
Inter Milans Romelu Lukaku makes an attempt to score during the Champions League group B soccer match between Inter Milan and Shakhtar Donetsk at the San Siro stadium in Milan, Italy, Wednesday, Dec. 9, 2020. (AP Photo/Antonio Calanni)
Romelu Lukaku menjadi olok-olok karena memblok sundulan Alexis Sanchez di depan gawang (Foto: AP/Antonio Calanni)
milan -

Romelu Lukaku tampak memblok sundulan Alexis Sanchez saat menghadapi Shakhtar Donetsk. Padahal, Sanchez berpeluang besar mencetak gol kemenangan Inter Milan.

Inter tersingkir dari Liga Champions usai hanya bermain imbang 0-0 dengan Shakhtar Donetsk di Giuseppe Meazza pada matchday terakhir Grup B, Kamis (10/12/2020) dini hari WIB. Upaya Inter untuk mengejar kemenangan demi tiket ke fase gugur tak membuahkan hasil. Meski, sebenarnya mereka tampil dominan sepanjang 90 menit.

Inter mampu mencatatkan penguasaan bola sebesar 56,3 persen dan membuat 20 tembakan. La Beneamata membuang beberapa peluang di laga ini.

Salah satu peluang Inter yang disayangkan melayang adalah saat Alexis Sanchez membuat sundulan terukur di menit ke-88. Sundulan Sanchez ini urung menjadi gol kemenangan tuan rumah karena bola membentur Romelu Lukaku di depan gawang.

Wasit kemudian memberikan hadiah tendangan bebas ke Shakhtar karena Lukaku berada pada posisi offside. Insiden Lukaku yang seakan memblok sundulan Sanchez ini menjadi olok-olok di media sosial.




Lukaku sendiri memang tampil di bawah performa terbaiknya pada laga kontra Shakhtar.Penyerang yang sudah membuat 12 gol di musim ini tersebut seolah kehilangan ketajaman.

Dikutip dari Whoscored, Lukaku hanya membuat tiga upaya tembakan di laga kontra Shakhtar. Dari tiga tembakan tersebut dua mengarah ke gawang tapi masih bisa diamankan kiper Shakhtar, Anatoliy Trubin.

Lukaku yang biasanya menjadi pahlawan Inter kini menjadi pesakitan. Si Ular terbenam di dasar klasemen dengan harus merelakan tiket 16 besar jatuh ke tangan Real Madrid dan Borussia Moenchengladbach. Sementara, jatah Liga Europa diambil oleh Shakhtar.

(pur/yna)