'Juventus Salah Besar Beli Cristiano Ronaldo!'

Bayu Baskoro - Sepakbola
Kamis, 11 Mar 2021 23:00 WIB
TURIN, ITALY - MARCH 09: Cristiano Ronaldo of Juventus looks dejected during the UEFA Champions League Round of 16 match between Juventus and FC Porto at Juventus Arena on March 09, 2021 in Turin, Italy. Sporting stadiums around Italy remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Valerio Pennicino/Getty Images)
Juventus dinilai salah besar membeli Cristiano Ronaldo. (Foto: Getty Images/Valerio Pennicino)
Turin -

Juventus dinilai salah besar membeli Cristiano Ronaldo dengan harga mahal. Eks bintang Real Madrid itu gagal maning membawa Bianconeri juara Liga Champions.

Juventus mendatangkan Ronaldo dari Madrid pada musim panas 2018. Bintang asal Portugal itu direkrut dengan nilai fantastis sebesar 100 juta euro, serta diikat kontrak hingga Juni 2022.

Ada alasan tersendiri mengapa Juventus berani mengeluarkan dana besar buat merekrut Ronaldo. Peraih lima Ballon d'Or itu diplot sebagai senjata Si Nyonya Tua meraih kejayaan di Liga Champions.

Seperti diketahui, Juventus sudah tak lagi meraih trofi Si Kuping Besar sejak terakhir kali memenanginya pada 1995/1996. Cristiano Ronaldo dinilai bisa mengantarkan Bianconeri menjadi juara Liga Champions, lantaran pengalamannya yang sudah lima kali juara di kompetisi tersebut.

Namun, nasib justru berkata lain. Kehadiran Ronaldo di Juventus belum bisa mengantarkan klub asal Turin itu mencapai gelar juara Liga Champions.

Pada musim perdana Ronaldo di Turin, Juventus terdepak di perempatfinal oleh Ajax Amsterdam. Semusim berikutnya, jawara Liga Italia sembilan musim beruntun itu dihentikan Olympique Lyon.

Paling baru, Juventus tersingkir dari babak 16 besar Liga Champions 2020/2021 di tangan Porto. Skuad asuhan Andrea Pirlo itu kalah agresivitas gol tandang dari wakil Portugal tersebut (kalah 1-2 di leg pertama dan menang 3-2 di leg kedua).

Jika dilihat sejak kedatangan Cristiano Ronaldo, maka Juventus sudah tiga musim beruntun tak bisa melewati babak perempatfinal. Tidak hanya itu, Juventus bahkan didepak dari tim-tim sekelas Ajax, Lyon dan Porto, yang di atas kertas tak lebih diunggulkan.

Sebagai perbandingan, dalam empat musim terakhir sebelum kedatangan Ronaldo, Juventus dua kali ke final, sekali tersingkir di 16 besar, serta satu kali terhenti di perempatfinal.

Kegagalan Ronaldo mengantarkan Juventus menjadi kampiun Liga Champions mendapat kecaman dari eks presiden Juventus, Giovanni Cobolli. Dia tanpa ragu menyebut pembelian CR7 salah besar.

"Mendatangkan Cristiano Ronaldo adalah kesalahan besar. Saya sudah mengatakan ini sejak hari pertama dia datang," kata Cobolli kepada Radio Punto Nuovo, seperti dilansir Mundo Deportivo.

"Memang sih dia pemain hebat dan seorang juara, tapi harganya terlalu mahal. Sekarang semuanya ada di tangan Juventus yang membayarnya jutaan euro untuk setiap gol yang dia cetak," ujarnya.

Prestasi Juventus di Liga Champions Sejak 2014/2015:

2014/2015: Final (kalah 1-3 vs Barcelona).
2015/2016: 16 Besar (kalah agregat 4-6 vs Bayern Munich).
2016/2017: Final (kalah 1-4 vs Real Madrid).
2017/2018: Perempatfinal (kalah agregat 3-4 vs Real Madrid).
2018/2019: Perempatfinal (kalah agregat 2-3 vs Ajax Amsterdam)*.
2019/2020: 16 Besar (kalah agresivitas gol tandang vs Olympique Lyon)*.
2020/2021: 16 Besar (kalah agresivitas gol tandang vs Porto)*.

*Sudah ada Cristiano Ronaldo.



Simak Video "Diisukan Pindah ke Manchester City, Ronaldo Trending "
[Gambas:Video 20detik]
(bay/nds)