Liverpool Geram, 3 Pemainnya Jadi Korban Rasisme di Medsos

Bayu Baskoro - Sepakbola
Kamis, 08 Apr 2021 00:00 WIB
MADRID, SPAIN - APRIL 06: Sadio Mane of Liverpool reacts during the UEFA Champions League Quarter Final match between Real Madrid and Liverpool FC at Estadio Alfredo Di Stefano on April 06, 2021 in Madrid, Spain. Sporting stadiums around Spain remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors.  (Photo by Fran Santiago/Getty Images)
Sadio Mane menjadi salah satu pemain Liverpool yang mendapat serangan rasisme. (Foto: Getty Images/Fran Santiago)
Liverpool -

Liverpool mengecam serangan rasisme di media sosial yang menimpa tiga pemainnya. Naby Keita, Sadio Mane dan Trent Alexander-Arnold yang menjadi korbannya.

Serangan rasisme kepada Keita, Mane dan Alexander-Arnold terjadi usai Liverpool bertemu Real Madrid dalam laga Liga Champions, Rabu (7/4/2021). The Reds menyerah 1-3 di tangan Los Blancos.

Ketiga pemain tersebut dituding bertanggung jawab atas kekalahan Liverpool dari Madrid. Beberapa fans yang kecewa melampiaskan amarah mereka lewat serangan rasisme di media sosial.

Unggahan di Instagram Naby Keita dihujani komentar rasisme usai laga Real Madrid vs Liverpool, Rabu 7 April 2021.Unggahan Naby Keita mendapat serangan rasisme dari akun tak bertanggung jawab. (Foto: Instagram @nabykeitadeco)

Unggahan terbaru Naby Keita di Instagram mendapat banyak emoji monyet dan pisang pada laman komentarnya. Komentar serupa juga ditemui di postingan akun Sadio Mane dan Trent Alexander-Arnold.

Serangan rasisme kepada Keita, Mane dan Alexander-Arnold langsung direspons pihak klub. Lewat pernyataan resminya, Liverpool mengutuk tindakan tersebut yang dianggapnya 'menjijikan'.

Liverpool juga menyerukan platform media sosial untuk berbuat lebih banyak dalam hal memperketat peraturan. Tuntutan The Reds itu kabarnya sudah diterima Facebook selaku pemilik Instagram.

Melansir Sky Sports News, Facebook sedang menyelidiki masalah ini. Platform media sosial asal Amerika Serikat itu diharapkan mampu meredam serangan-serangan rasial kepada para atlet di dunia maya.

"Sekali lagi kami dengan sedih mendiskusikan pelecehan rasial yang menjijikkan pada pagi hari setelah pertandingan. Itu sama sekali tidak bisa diterima dan harus dihentikan," begitu isi pernyataan Liverpool.

"Situasi saat ini tidak dapat dibiarkan berlanjut dan merupakan tugas kita semua untuk memastikan bahwa itu tak akan terjadi lagi," tegasnya.



Simak Video "Prediksi Liverpool VS Real Madrid Bersama Bigreds dan Madridista Solo"
[Gambas:Video 20detik]
(bay/ran)