Real Madrid yang Berpengalaman Vs Chelsea yang Masih Belajar

Yanu Arifin - Sepakbola
Jumat, 16 Apr 2021 14:10 WIB
MADRID, SPAIN - MARCH 16: Sergio Ramos (3dL) of Real Madrid CF kisses his teammate Karim Benzema (2ndL) celebrating their opening goal during the UEFA Champions League Round of 16 match between Real Madrid and Atalanta at Alfredo Di Stefano stadium on March 16, 2021 in Madrid, Spain. Sporting stadiums around Spain remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Gonzalo Arroyo Moreno/Getty Images)
Pemain Real Madrid merayakan kemenangan atas Atalanta di Liga Champions. Los Blancos kini sudah menjejak semifinal, dan akan menghadapi Chelsea. (Foto: Getty Images/Gonzalo Arroyo Moreno)
Jakarta -

Semifinal Liga Champions 2020/2021 salah satunya mempertemukan Real Madrid vs Chelsea. Duel tim berpengalaman melawan yang masih belajar.

Real Madrid dan Chelsea menjadi dua dari empat kontestan di semifinal Liga Champions. Dua tim lainnya adalah Manchester City dan Paris Saint-Germain.

Madrid dan Chelsea akan bertanding pada 28 April dan 6 Mei 2021. Madrid akan lebih dulu menjamu Chelsea di Alfredo Di Stefano, sebelum gantian melawat ke London.

Lolos ke semifinal, Madrid dan Chelsea bisa sama-sama tampil apik di perempatfinal. Los Blancos mendepak Liverpool dengan agregat 3-1, sementara The Blues menyingkirkan FC Porto lewat agregat 2-1.

Banner Semifinal Liga Champions

Duel Madrid vs Chelsea bisa dibilang menjadi duel tim yang punya pengalaman berbeda. Madrid merupakan tim dengan 13 trofi Liga Champions, pemilik terbanyak, dan dihuni sebagian besar pemain yang pernah membawanya berjaya beberapa musim lalu.

Madrid masih diperkuat Karim Benzema, Luka Modric, Toni Kroos, Casemiro, Raphael Varane, dan kapten Sergio Ramos, yang beberapa musim lalu menjadi pilar utama dalam meraih tiga gelar Liga Champions secara beruntun. Bahkan pelatihnya saat ini, Zinedine Zidane, adalah sosok yang membawa Madrid merajai Eropa pada 2016-2018.

SEVILLE, SPAIN - APRIL 13: Players of Chelsea CF celebrate during the UEFA Champions League Quarter Final Second Leg match between Chelsea FC and FC Porto at Estadio Ramon Sanchez Pizjuan on April 13, 2021 in Seville, Spain. Sporting stadiums around Spain remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Fran Santiago/Getty Images)Skuad Chelsea merayakan kelolosan ke semifinal Liga Champions, usai laga melawan Porto, Rabu (14/4). (Foto: Fran Santiago/Getty Images)

Adapun Chelsea kini banyak diisi pemain muda. Timo Werner, Kai Havertz, Mason Mount, baru saja menjejak semifinal pertamanya di Liga Champions. Satu-satunya pemain senior yang sudah mencicipi gelar di Eropa hanyalah Cesar Azpilicueta. Adapun Eden Hazard dan Thibaut Courtois bahkan sudah nyebrang ke Madrid sejak 2019.

Meski beda pengalaman, Chelsea diminta tidak takut menghadapi Madrid. Ia menilai, Chelsea juga punya kualitas yang bisa menjungkalkan raksasa Liga Spanyol tersebut.

"Anda tidak bisa pergi ke pertandingan dengan rasa takut apa pun. Anda dapat mengakui tim yang bagus, tetapi Anda tidak boleh khawatir," kata bek Reece James di situs resmi klub.

"Kami juga tim yang sangat bagus. Kami punya banyak kekuatan, kami bermain dengan kekuatan kami dan saya pikir itu terlihat beberapa minggu terakhir. Saya berharap kami bisa melanjutkan performa bagus dan terus meningkat sebagai sebuah tim."

"Seiring kemajuan kami di turnamen, jelas permainan menjadi lebih sulit dan taruhannya lebih tinggi. Saya belum pernah berada di posisi ini sebelumnya, seperti kebanyakan pemain muda lainnya, dan kami belajar banyak dalam perjalanan."

"Itu bagian dari bermain di Eropa dan di Liga Champions. Saat Anda bermain melawan tim asing, mereka tahu apa yang harus dilakukan untuk melewati pertandingan, jadi terkadang Anda harus membalasnya," katanya.

(yna/krs)