Iming-iming European Super League: Semua Pertandingan Big Match!

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Selasa, 20 Apr 2021 16:00 WIB
Getafes Enes Unal, center, duels for the ball with Real Madrids Victor Chust, right, and Real Madrids Marcelo during the Spanish La Liga soccer match between Getafe and Real Madrid at the Alfonso Perez stadium in Getafe, Spain, Sunday, April 18, 2021. (AP Photo/Manu Fernandez)
Siapa mau nonton Real Madrid lawan tim-tim kecil? (AP/Manu Fernandez)
Madrid -

Presiden Real Madrid Florentino Perez menilai European Super League ada demi menghibur pecinta sepakbola. Menurutnya, tidak ada yang mau menonton laga tim besar lawan tim liliput.

Madrid bersama 11 klub lainnya menginisiasi berdirinya European Super League. Munculnya liga untuk klub-klub top Eropa ini lantas menimbulkan pro dan kontra.

Sejauh ini memang masih banyak yang kontra, seraya menyebut European Super League tidak mengindahkan nilai luhur sepakbola dan mencederai fair play.

Sebab liga itu hanya diperuntukkan untuk tim besar dan hanya makin membuat mereka kaya, sementara tim-tim kecil akan tetap kesulitan uang dan tidak bisa bersaing.

Tapi, menurut Perez, penonton sepakbola di dunia kebanyakan memang lebih suka menonton pertandingan tim-tim besar. Oleh karenanya, European Super League dibuat untuk menjawab keinginan fan global.

Bagi Perez, duel klub-klub besar di European Super League akan mendatangkan untung lebih banyak dan ini bakal berdampak positif untuk klub ke depannya.

"Liga Champions itu baru menarik sejak babak perempatfinal. Kami bermain menghadapi tim-tim kecil dan itu tidak menarik. Anak-anak muda lebih suka menghibur diri mereka dengan hal lain. Tapi, jika kami melakukannya sepanjang musim, lima pertandingan di hari Selasa, lima di hari Rabu, maka itu luar biasa," ujar Perez kepada El Chiringuito.

"Yang bisa mendatangkan cuan adalah ketika 15 klub itu bermain setiap pekannya. Pertunjukan hebat di dunia, tidak ada yang seperti itu. Real Madrid vs Manchester United atau Barcelona vs Milan itu lebih menarik ketimbang laga Manchester United lawan tim kecil," sambungnya.

"Apa sih yang dunia inginkan? Kami punya fan di Singapura, di China, di seluruh dunia, Anda bisa lihat itu di media sosial, jumlah pengikut mereka. Itulah sumber uang," tutupnya.

(mrp/aff)