Tanpa European Super League, Klub-klub Diklaim Bakal Kolaps

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Selasa, 20 Apr 2021 19:03 WIB
Real Madrids Alvaro Odriozola, left, greets Liverpools Thiago at the end of the Champions League quarter final second leg soccer match between Liverpool and Real Madrid at Anfield stadium in Liverpool, England, Wednesday, April 14, 2021. (AP Photo/Jon Super)
Tanpa European Super League, klub-klub akan kolaps pada 2024 (AP/Jon Super)
Madrid -

European Super League diklaim harus diadakan, meski mendapat banyak penolakan. Jika tidak, klub bisa kolaps tiga tahun lagi.

European Super League akhirnya diumumkan juga oleh presiden Real Madrid Florentino Perez. Perez bersama 11 klub besar Eropa lainnya akan tampil di kompetisi tersebut.

Munculnya European Super League membuat dunia bergelojak karena banyak yang kontra dengan ide tersebut. European Super League dianggap hanya jadi monopoli tim-tim besar dan membuat tim miskin menjadi lebih miskin.

Ada kesan ekslusivitas di dalamnya, mengingat nantinya liga ini akan diisi oleh 15 peserta tetap yang merupakan pencetus. Sementara lima lainnya akan dirotasi menurut pencapaian di liga lokal masing-masing.

Tapi, di satu sisi, klub-klub itu juga tidak bisa menolak ide European Super League tersebut. Sebab, ada uang besar yang bermain di sana dan di tengah pandemi virus corona, itu akan sangat membantu.

Kabarnya setiap klub peserta bakal mendapat 300 juta paun di awal keikutsertaan dan tim juara bisa mendapat total 1 miliar paun! Bagi klub-klub besar yang lagi krisis finansial, seperti Real Madrid, Barcelona, Inter Milan, dan Juventus, tawaran itu menggiurkan.

Klub-klub Inggris yang punya pemasukan besar dari hak siar pun ikut tergiur juga. Sebab, jika kondisi saat ini dibiarkan, maka Madrid dan Barcelona bisa kolaps dalam tiga tahun ke depan.

Real Madrid kini berutang sekitar 400-500 juta euro karena pembangunan stadion dan tidak bisa mendapatkan pemasukan dari tiket stadion, karena pandemi COVID-19. Barcelona bahkan lebih parah, karena total utangnya melebihi 1 miliar euro. Di sinilah European Super League pegang kunci.

"Hari ini, kami bisa mati jika hanya berharap pemasukan dari Liga Champions," ujar Perez dalam wawancara dengan El Chinguirito.

"Penonton lebih sedikit, uangnya juga. Kami semua bisa mati, klub-klub besar, klub-klub menengah, klub-klub besar. Mereka bilang format baru Liga Champions akan dipakai 2024, itu format yang absur. Kami sudah mati duluan saat itu dimulai," sambungnya.

"Kami semua kehilangan total 5 miliar Euro. Dalam dua musim ini, Madrid sudah merugi 400 juta euro."

"Ketika Anda tidak punya pemasukan selain hak siar, Anda bilang solusinya adalah perbanyak pertandingan menarik, yang bisa membuat fan di seluruh dunia menonton tim besar. Kami berkesimpulan, ketimbang Liga Champions, maka dengan adanya Super Liga maka kami bisa menutup kerugian yang ada."

(mrp/yna)