Mengenal JPMorgan, Sumber Dana European Super League

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Selasa, 20 Apr 2021 21:10 WIB
LONDON - MARCH 17:  The sign for JP Morgan is featured on a mirror in the headquarters of the bank JP Morgan Chase on March 17, 2008 in London, England. JP Morgan Chase has bought out US Investment bank Bear Stearns for a small percentage of its recent value after Bear Stearns was forced to ask for emergency funds from the US Federal Reserve.  (Photo by Cate Gillon/Getty Images)
JPMorgan, perbankan AS penyokong dana European Super League (Getty Images/Cate Gillon)
Jakarta -

European Super League disokong dana besar untuk menjalankan kompetisi dari JPMorgan Chase & Co. Siapa sih, JP Morgan, sampai berani melakukan itu?

Madrid bersama 11 klub lainnya menginisiasi berdirinya European Super League. Munculnya liga untuk klub-klub top Eropa ini lantas menimbulkan pro dan kontra.

Sejauh ini memang masih banyak yang kontra. Tapi, ke-12 klub itu tidak peduli dengan kritik yang ada dan mereka tetap ngotot menjalankan liga tersebut.

Bahkan mereka membuka kesempatan untuk tim-tim lain yang ingin gabung, terutama Paris Saint-Germain, Bayern Munich, dan Borussia Dortmund yang menolak.

Sebab, European Super League menjanjikan uang yang tak sedikit. Para pesertanya mendapat uang tampil yang menggiurkan, sekitar 300 juta paun atau hampir Rp 6 T, jumlah yang bisa bertambah sesuai penampilan.

Ada total pendanaan lebih dari Rp 60 triliun yang diberikan oleh perbankan raksasa Amerika Serikat JP Morgan. Lalu, seberapa kuat sih JP Morgan sampai berani memberikan dana sebesar itu untuk menggulirkan European Super League?

JPMorgan adalah nama besar dalam industri keuangan dunia. Sejarah mencatat JPMorgan sebagai bank investasi yang sangat berpengaruh dalam keputusan-keputusan penting investor.

JPMorgan sendiri merujuk pada nama salah seorang bankir paling kuat di masanya. Nama lengkapnya adalah John Pierpont Morgan. Nama JPMorgan dikenal saat menyelesaikan masalah pembangunan jaringan perkeretaapian di AS dan merintis penggabungan perusahaan Edison General Electric dan Thomson-Houston Company menjadi General Electric pada 1892.