Mengenal JPMorgan, Sumber Dana European Super League

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Selasa, 20 Apr 2021 21:10 WIB
LONDON - MARCH 17:  The sign for JP Morgan is featured on a mirror in the headquarters of the bank JP Morgan Chase on March 17, 2008 in London, England. JP Morgan Chase has bought out US Investment bank Bear Stearns for a small percentage of its recent value after Bear Stearns was forced to ask for emergency funds from the US Federal Reserve.  (Photo by Cate Gillon/Getty Images)
JPMorgan, perbankan AS penyokong dana European Super League (Getty Images/Cate Gillon)

John Pierpont Morgan lahir di Hartford, Connecticut dari keluarga New England pada tanggal 17 April 1837. Kakenya adalah pendiri Perusahaan Asuransi Aetna, dan ayahnya, Junius Spencer Morgan adalah pedagang yang juga menjadi mitra di perusahaan perbankan perdagangan yang berbasis di London.

Setelah lulus dari sekolah menengah di Boston pada tahun 1854, Morgan belajar di Eropa. Kemudian dia kembali ke New York pada tahun 1857 untuk memulai karir keuangannya. Morgan pun terjun ke bisnis perbankan pada akhir 1850-an, dan pada 1871 membentuk kemitraan dengan bankir Philadelphia Anthony Drexel.

Selama akhir abad ke-19, periode ketika industri perkeretaapian AS mengalami ekspansi berlebihan dan persaingan yang memanas, Morgan terlibat dalam konsolidasi sejumlah rel kereta api yang keuangannya bermasalah.

Selama era JPMorgan, Amerika Serikat tidak memiliki bank sentral sehingga dia menggunakan pengaruhnya untuk membantu menyelamatkan negara dari bencana selama beberapa krisis ekonomi.

Pada tahun 1895, perusahaan mereka direorganisasi sebagai J.P. Morgan & Company. Morgan menggunakan pengaruhnya untuk membantu menstabilkan pasar keuangan Amerika selama beberapa krisis ekonomi, termasuk kepanikan tahun 1907.

Pada tahun 1895, Morgan membantu menyelamatkan standar emas Amerika ketika memimpin sindikasi perbankan yang meminjamkan lebih dari US$ 60 juta kepada pemerintah federal. Yang tak kalah hebatnya, Morgan menyelamatkan krisis keuangan AS saat kepanikan keuangan 1907, di mana dia meyakinkan para pemodal terkemuka AS guna menalangi berbagai lembaga keuangan yang goyah demi menstabilkan pasar.