Mengenal JPMorgan, Sumber Dana European Super League

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Selasa, 20 Apr 2021 21:10 WIB
LONDON - MARCH 17:  The sign for JP Morgan is featured on a mirror in the headquarters of the bank JP Morgan Chase on March 17, 2008 in London, England. JP Morgan Chase has bought out US Investment bank Bear Stearns for a small percentage of its recent value after Bear Stearns was forced to ask for emergency funds from the US Federal Reserve.  (Photo by Cate Gillon/Getty Images)
JPMorgan, perbankan AS penyokong dana European Super League (Getty Images/Cate Gillon)

Morgan pun secara luas dipuji karena memimpin Wall Street keluar dari krisis keuangan 1907. Ketika pasar saham runtuh, kredit loyo, bank serta pialang gagal, Morgan mengatur bank-bank besar New York untuk memasok likuiditas ke pasar yang tengah lesu, termasuk membeli obligasi Kota New York US$ 30 juta. Krisis saat itu menjadi cikal bakal pembentukan Sistem Federal Reserve pada tahun 1913.

JPMorgan akhirnya meninggal pada usia 75 tahun pada tanggal 31 Maret 1913, di Roma, Italia. Pada tanggal 14 April, hari pemakamannya, Bursa Efek New York ditutup untuk menghormatinya hingga tengah hari.

Setelah itu, JPMorgan terus menjadi bank investasi yang ekspansi ke berbagai penjuru dunia dan menyelamatkan banyak krisis. J.P. Morgan & Co akhirnya menjual saham ke publik pertama kali dan menjadi J.P. Morgan & Co. Incorporated pada 1940.

J.P. Morgan & Co. Incorporated kemudian bergabung dengan The Chase Manhattan Corporation pada awal milenium. Perusahaan baru tersebut kini bernama J.P. Morgan Chase & Co.


(mrp/aff)