Soal European Super League, Bos PSG: Ada Udang di Balik Batu

Bayu Baskoro - Sepakbola
Rabu, 21 Apr 2021 00:00 WIB
MUNICH, GERMANY - APRIL 06: Nasser Ghanim Al-Khelaifi, President of PSG looks on during a PSG Paris Saint-Germain training session ahead of the UEFA Champions League Quarter Final match against FC Bayern Munich at Allianz Arena on April 06, 2021 in Munich, Germany. (Photo by Alexander Hassenstein/Getty Images)
Bos Paris Saint-Germain, Nasser Al-Khelaifi, menolak pembentukan European Super League. (Foto: Getty Images)
Paris -

Bos Paris Saint-Germain, Nasser Al-Khelaifi, menolak pembentukan European Super League. Dia menilai ada maksud tersembunyi di balik kompetisi tersebut.

12 tim elit Eropa resmi menggagas European Super League, Senin (19/4/2021). Ajang tersebut diproyeksikan sebagai solusi masalah keuangan di tengah pandemi dengan dukungan dana dari perbankan Amerika Serikat, JPMorgan.

Ke-12 tim yang menyepakati pembentukan European Super League yakni Real Madrid, Juventus, Manchester United, Barcelona, Inter Milan, Manchester City, Atletico Madrid, AC Milan, Liverpool, Chelsea, Tottenham Hotspur, serta Arsenal. Nantinya, ada 20 tim yang berlaga di kompetisi tersebut.

Pembentukan European Super League mendapat pertentangan dari UEFA. Federasi sepakbola Eropa itu bahkan sampai mengancam klub-klub dan para pemain yang tampil di sana dengan sanksi larangan bermain di liga domestik dan Liga Champions.

Salah satu pihak yang berada di kubu UEFA dalam penolakan European Super League ialah Paris Saint-Germain. Lewat presiden klub, Nasser Al-Khelaifi, Les Parisiens menegaskan iktikad mereka untuk tidak ikut serta dalam kompetisi tersebut dan tetap mematuhi anjuran UEFA.

Bak udang di balik batu, Al-Khelaifi menuding ada maksud tersembunyi dalam pembentukan European Super League. Dia menilai kompetisi itu didorong oleh 'kepentingan pribadi' dan tidak akan menyelesaikan masalah ekonomi di tengah pandemi.

"Kami percaya bahwa proposal apa pun tanpa dukungan UEFA - organisasi yang telah bekerja memajukan kepentingan sepakbola Eropa selama hampir 70 tahun - tidak menyelesaikan masalah yang kini dihadapi komunitas sepakbola, tetapi didorong oleh kepentingan pribadi," kata Nasser Al-Khelaifi, dilansir dari laman resmi PSG.

"Paris Saint-Germain akan terus bekerja sama dengan UEFA, Asosiasi Klub Eropa, dan semua pemangku kepentingan keluarga sepakbola - berdasarkan prinsip kepercayaan yang baik, bermartabat, serta rasa hormat untuk semua," ujarnya menolak European Super League.

(bay/adp)