Bos Juventus Ungkap Alasan European Super League Dibutuhkan

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Rabu, 21 Apr 2021 18:40 WIB
PARMA, ITALY - AUGUST 24:  Juventus President Andrea Agnelli looks on during the Serie A match between Parma Calcio and Juventus at Stadio Ennio Tardini on August 24, 2019 in Parma, Italy.  (Photo by Alessandro Sabattini/Getty Images)
Presiden Juventus Andrea Agnelli mengungkapkan ide yang melandasi European Super League. (Foto: Getty Images/Alessandro Sabattini)
Jakarta -

Presiden Juventus Andrea Agnelli jadi salah satu sosok penting yang mendorong pembentukan European Super League. Apa sih yang melatarbelakangi ide tersebut?

European Super League dideklarasikan pada Senin (19/4/2021) lalu oleh 12 klub. Enam dari Inggris yakni Manchester City, Manchester United, Liverpool, Chelsea, Arsenal, dan Tottenham Hotspur.

Tiga dari Italia, yakni Juventus, AC Milan, dan Inter Milan. Sementara tiga lainnya dari Spanyol: Barcelona, Real Madrid, dan Atletico Madrid.

Tapi ide European Super League keburu mati sebelum sempat melangkah jauh. Penyebabnya? Seluruh enam klub Premier League memutuskan mundur, lalu kabarnya AC Milan dan Inter Milan juga segera mengumumkan menarik diri.

Lalu apa sih sebenarnya yang melandasi pembentukan European Super League. Presiden Juventus Andrea Agnelli, sebagai salah satu inisiator utama kompetisi yang diproyeksikan sebagai pengganti Liga Champions itu, menjelaskannya.

Dalam wawancara dengan Corriere dello Sport sebelum enam klub Inggris mundur, ia mengungkapkan ada kekhawatiran sepakbola kehilangan penonton baru dari generasi muda.

"Kami tidak mengancam siapapun, lho, kami masih ingin ikut kompetisi domestik. Tradisi sepakbola itu berada di kejuaraan domestik. Fans itu penting buat kami dan harus punya kans untuk datang ke stadion tiap hari Minggu," ungkapnya dilansir Football Italia.

"Bonus 350 juta euro per tahun itu bohong. Kami masih terlibat di kompetisi domestik dan akan bermain di tiap stadion di Italia, Spanyol, dan Inggris. Setiap pekannya, kami akan memberikan fans partai-partai liga dan laga-laga dari kompetisi baru akan mendekatkan generasi muda yang kini menjauh dari sepakbola."

"Generasi muda ini ingin menyaksikan ajang yang signifikan. Mereka tak merasa terikat dengan kompetisi domestik seperti generasi sebelumnya termasuk saya."

"Sepertiga fans di dunia mengikuti klub-klub Liga Super, 10 persen mengikuti para pemain, bukan klub. Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah mereka di usia antara 16-24 tahun tidak punya ketertarikan apapun dengan sepakbola," tutur Andrea Agnelli.



Simak Video "Ed Woodward Adakan Briefing Dadakan, 6 Klub Liga Inggris Didesak Keluar"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/aff)