Agnelli Ungkap Sebab Klub Inggris Mundur dari European Super League

Randy Prasatya - Sepakbola
Rabu, 21 Apr 2021 22:00 WIB
A selection of scarves of the English soccer Premier League teams who are reported to be part of a proposed European Super League, laid out and photographed, in London, Monday, April 19, 2021.  The 12 European clubs planning to start a breakaway Super League have told the leaders of FIFA and UEFA that they have begun legal action aimed at fending off threats to block the competition. (AP Photo/Alastair Grant)
Klub-klub Liga Inggris mundur dari European Super League. (Foto: AP/Alastair Grant)
Jakarta -

Andrea Agnelli memberikan pandangannya terkait penyebab mundurnya enam klub top Inggris dari European Super League. Pria yang juga menjabat sebagai Presiden Juventus itu merasa faktor kuat adalah intervensi pemerintah Inggris.

Kemunculan European Super League telah memicu pro dan kontra. Imbasnya, enam klub asal Liga Inggris, yakni Chelsea, Manchester United, Liverpool, Arsenal, Manchester City, dan Tottenham Hotspur tak jadi ambil bagian.

Kemudian Inter Milan dan Atletico Madrid ikut mengeluarkan pernyataan keluar dari European Super League. AC Milan juga sudah mengeluarkan rilis resmi, namun tak ada kejelasan tegas apakah mundur atau tidak.

Sampai berita ini dipublikasikan, tinggal Juventus, Real Madrid, dan Barcelona yang belum merilis pernyataan resmi meninggalkan European Super League. Namun, bisa dipastikan ajang yang dianggap tandingan Liga Champions itu sudah tak bisa lagi jalan karena klub-klub Inggris keluar.

"Saya tetap yakin akan keindahan proyek ini. Tapi memang ... maksud saya, saya tidak berpikir bahwa proyek ini sekarang masih berjalan," kata Agnelli kepada Reuters.

Agnelli mengatakan dia merasa intervensi pemerintah Inggris, lewat Perdana Menteri Boris Johnson, mengancam dengan menggunakan undang-undang untuk menghentikan ini. Itu secara tak langsung mendorong klub Inggris untuk mundur.

"Saya memiliki spekulasi sejauh ini bahwa jika enam tim akan memisahkan diri dan mengancam EPL (Liga Premier), politik akan melihat itu sebagai serangan terhadap Brexit dan skema politik mereka," Agnelli mengungkapkan.



Simak Video "Misi Balas Dendam Guardiola untuk Chelsea-nya Tuchel"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/mrp)