Bos Juventus: European Super League Gagal Digelar!

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Rabu, 21 Apr 2021 19:20 WIB
ROME, ITALY - FEBRUARY 22:  Juventus President Andrea Agnelli attends the FIGC Elective Assembly at Cavalieri Waldorf Astoria Hotel on February 21, 2021 in Rome, Italy.  (Photo by Marco Rosi/Getty Images)
Andrea Agnelli sebut European Super League mustahil digelar (Getty Images/Marco Rosi)
Turin -

Hasrat Presiden Juventus Andrea Agnelli untuk menggelar European Super League harus kandas. Melihat kondisi saat ini, kompetisi itu mustahil dijalankan.

Agnelli bersama 11 klub top Eropa lainnya awalnya semangat untuk tetap menjalankan European Super League, meski dikritik di mana-mana. Sebab, European Super League dianggap sebagai penyelamat sepakbola di tengah pandemi virus corona.

Bahkan demi menunjukkan keseriusannya, Agnelli sampai mundur dari posisinya sebagai Presiden Asosiasi Klub Eropa (ECA) dan dari jajaran komite eksekutif UEFA.

Agnelli, Florentino Perez selaku presiden Real Madrid, dan bos-bos klub besar lainnya berharap European Super League mendatangkan untung lebih besar. Tapi, baru dua hari diumumkan, European Super League sudah kandas.

Diawali mundurnya enam klub Inggris, dua klub Italia, inter Milan dan AC Milan, juga melakukan langkah serupa. Dengan cuma menyisakan empat klub dan potensi sanksi berat UEFA yang menunggu, Agnelli selaku penggagas pasrah.

Dia menilai European Super League tak mungkin dilanjutkan dan mungkin hanya jadi angan-angan selamanya.

"Jujur saja, liga ini tidak bisa lanjut," ujar Agnelli seperti dikutip BBC Sport.

"Saya sebenarnya tetap yakin dengan nilai luhur proyek ini, yang bisa membuat piramida sepakbola saat ini lebih baik, dengan adanya kompetisi terbaik di dunia. Tapi, sayangnya itu tidak bisa terjadi. Saya rasa proyek ini tidak akan berjalan," sambungnya.

(mrp/aff)