European Super League Belum Mati, Klub-klub Tak Bisa Pergi Begitu Saja

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Minggu, 25 Apr 2021 06:00 WIB
MADRID, SPAIN - APRIL 24: Rodrygo, Luka Modric and Isco of Real Madrid warm up prior to the La Liga Santander match between Real Madrid and Real Betis at Estadio Santiago Bernabeu on April 24, 2021 in Madrid, Spain. Sporting stadiums around Spain remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Denis Doyle/Getty Images)
Klub-klub European Super League tidak bisa mundur begitu saja (Getty Images/Denis Doyle)
Madrid -

Florentino Perez menegaskan klub-klub peserta European Super League tak bisa pergi begitu saja. Dia juga meyakini kalau kompetisi ini cepat atau lambat akan tetap bergulir.

Perez selaku presiden Real Madrid menginisiasi European Super League bersama 11 klub top Eropa lainnya. Tapi, baru dua hari diumumkan, kompetisi untuk tim-tim super itu akhirnya harus dibatalkan.

Sebab resistensi yang ada terlalu besar karena European Super League dianggap cuma menguntungkan para raksasa, dan tidak mengindahkan nilai-nilai fair play. Satu per satu klub lantas mengundurkan diri.

Dimulai dari enam klub Inggris, lalu Inter Milan, dan terakhir Atletico Madrid. Itu artinya hanya ada Madrid, Barcelona, Juventus, dan AC Milan yang masih bertahan di sana. Milan memang masih berada di tengah-tengah, tanpa keputusan yang jelas.

Maka dari itu Perez yakin kalau European Super League sebenarnya belum mati. Apalagi klub-klub besar yang jadi peserta sudah meneken nota kesepahaman dan hanya tinggal menunggu waktu sampai European Super League benar-benar berjalan.

"Saya tidak ingin menghabiskan waktu untuk menjelaskan apa kontrak yang mengikat itu. Tapi faktanya, klub-klub tidak bisa pergi begitu saja," ujar Perez dalam wawancara dengan AS.

"Beberapa klub pergi karena adanya tekanan. Tapi proyek ini atau nanti baru, akan tetap berjalan. Saya harap itu bisa terjadi di masa depan," sambungnya.

(mrp/pur)