Werner Lagi-lagi Buang Peluang di Depan Gawang, Ini Kata Tuchel

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Rabu, 28 Apr 2021 13:00 WIB
Chelseas Timo Werner vies for the ball with Real Madrids Eder Militao, right, during the Champions League semifinal first leg soccer match between Real Madrid and Chelsea at the Alfredo di Stefano stadium in Madrid, Spain, Tuesday, April 27, 2021. (AP Photo/Bernat Armangue)
Timo Werner melewatkan peluang besar di depan gawang Real Madrid. (Foto: AP/Bernat Armangue)
Jakarta -

Timo Werner membuang peluang bagus di depan gawang Real Madrid. Manajer Chelsea Thomas Tuchel menyayangkannya, tapi juga merasa tak perlu terlalu diratapi.

Chelsea memang unggul lebih dulu saat bertandang ke Estadio Alfredo Di Stefano, Rabu (28/4/2021) dini hari WIB, pada semifinal leg pertama Liga Champions. Gol Christian Pulisic di menit ke-14 menempatkan The Blues di atas angin.

Gol itu kemudian disamakan Real Madrid melalui gol cantik Karim Benzema. Tapi sebenarnya, situasi bisa lebih baik lagi buat Chelsea.

Tim asal London itu sudah punya peluang manis di depan gawang pada menit ke-9. Timo Werner dalam posisi bebas di tengah kotak penalti saat menerima umpan dari Pulisic.

Namun sepakan Werner, yang mengarah ke tengah, bisa dihalau oleh Thibaut Courtois dengan kaki. Ini mengingatkan akan kegagalan penyerang asal Jerman itu mencetak gol kedua dari jarak dekat, di laga lawan West Ham United akhir pekan lalu.

"Dia melewatkan peluang besar di West Ham dan sekarang di sini, itu memang tidak membantu sih. Tapi juga tidak membantu kalau meratapinya atau menyesalkannya terus-terusan," kata Thomas Tuchel dikutip Sky Sports.

"Ada jutaan orang yang punya permasalahan lebih sulit ketimbang peluang yang terbuang. Jadi bagusnya olahraga adalah tidak ada yang peduli lagi besok, hari ini kita sedih dan marah, ini normal sih."

"Dia sedih, dia marah dan kecewa juga. Besok dia punya hari libur dan hari berikutnya dia harus tetap semangat. Dia pemain yang top, profesional. Dia bekerja keras. Dia ada di posisi-posisi untuk bikin gol. Dia tak akan berhenti percaya."

"Semua orang menerima situasi seperti ini. Dengan para penyerang, kalau Anda mencetak gol di laga berikutnya, tidak ada lagi yang cuap-cuap. Saya tidak merasa kami menyalahkan seseorang, tapi tentu saja para penyerang ingin mencetak gol, buat mereka sendiri dan tim," tambah pelatih 47 tahun ini.

(raw/krs)