Man City ke Final Juga Berkat Catatan Pertahanan yang Wow

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Rabu, 05 Mei 2021 11:50 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - MAY 04: Kyle Walker of Manchester City celebrates victory with Fernandinho and John Stones of Manchester City as Marquinhos and Danilo Pereira of Paris Saint-Germain react after the UEFA Champions League Semi Final Second Leg match between Manchester City and Paris Saint-Germain at Etihad Stadium on May 04, 2021 in Manchester, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Laurence Griffiths/Getty Images)
Manchester City ke final usai menang agregat 4-1 atas Paris Saint-Germain. (Foto: Getty Images/Laurence Griffiths)
Jakarta -

Manchester City sukses menjejak final Liga Champions pertamanya sepanjang sejarah. The Citizens harus diakui sudah memantaskan diri untuk menggapainya.

Manchester City memastikan diri melangkah ke final Liga Champions usai menang 2-0 atas Paris Saint-Germain di Etihad Stadium, Rabu (5/5/2021) dini hari WIB. Dengan kemenangan itu, Man City lolos dengan agregat meyakinkan 4-1.

Ini mendekatkan Man City dengan titel Liga Champions pertama sepanjang sejarah mereka. Trofi Liga Champions memang jadi ambisi besar klub milik Sheikh Mansour dari Abu Dhabi tersebut, setelah memenangi empat trofi Premier League.

Musim ini Manchester City memang tampil impresif di Liga Champions dan diperkirakan jadi salah satu unggulan juara. Untuk ke final, mereka memenangi 11 dari 12 pertandingan yang dilalui tanpa sekalipun kalah!

Satu-satunya hasil imbang itu juga dididapatkan setelah mereka memastikan lolos dari fase grup. Tapi bukan cuma itu, Manchester City memastikan mereka tak kecolongan banyak gol saat menikmati permainan terbaik mereka, yakni menyerang.

Skuad besutan Pep Guardiola itu tercatat baru kebobolan empat kali sejauh ini. Manchester City cuma kemasukan sekali di fase grup, lalu dua kali di perempatfinal, dan sekali di semifinal.

Riyad Mahrez menyebut ini sebagai faktor kunci keberhasilan menjejak final. Sebagai catatan, rapatnya pertahanan itu diimbangi dengan lini serang yang efektif dengan torehan 25 gol sejauh ini.

"Kami bisa saja mencetak gol lebih banyak. Mereka kehilangan ketenangan dan mulai menendangi kami, dan setelah kartu merah, pertandingan jadi lebih nyaman," ungkap Riyad Mahrez usai menyingkirkan PSG.

"Kami tidak banyak kebobolan dan saya rasa itulah sebabnya kami mencapai final," imbuhnya seperti dikutip BBC.

Sebagai perbandingan, Real Madrid sejauh ini sudah kebobolan 12 gol sampai semifinal leg pertama. Sementara lawannya yakni Chelsea, punya catatan lebih baik karena baru kebobolan empat kali seperti halnya Manchester City.

(raw/krs)