Kesal! Pemain PSG Tak Terima dengan Kata-kata Kasar Wasit

Randy Prasatya - Sepakbola
Rabu, 05 Mei 2021 16:00 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - MAY 04: Marco Verratti, Alessandro Florenzi and Ander Herrera of Paris Saint-Germain appeal to referee Bjorn Kuipers during the UEFA Champions League Semi Final Second Leg match between Manchester City and Paris Saint-Germain at Etihad Stadium on May 04, 2021 in Manchester, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Laurence Griffiths/Getty Images)
Para pemain Paris Saint-Germain kesal dengan wasit Bjorn Kuipers. (Foto: Getty Images/Laurence Griffiths)
Manchester -

Ander Herrera kesal dengan perkataan kasar wasit kepada Leandro Paredes. Hal itu tak bisa diterima para pemain Paris Saint-Germain!

PSG menyerah 0-2 dari Manchester City di Etihad Stadium dalam leg kedua semifinal Liga Champions, Rabu (5/5/2021) dini hari WIB. The Citizens dua kali merobek gawang Les Parisiens lewat Riyad Mahrez.

Di saat harus berupaya mengejar ketertinggalan PSG malah bermain dengan 10 orang. Di Maria diganjar kartu merah pada menit ke-69 karena menginjak kaki Fernandinho saat cekcok dalam melakukan lemparan ke dalam.

Apa yang dilakukan Di Maria sebetulnya buntut dari pancingan dari Fernandinho. Winger Paris Saint-Germain itu emosinya terpancing saat mau mengambil bola yang keluar, namun wasit Bjorn Kuipers cuma melihat sepenuhnya kesalahan Di Maria.

Para pemain PSG kemudian melakukan protes, salah satunya adalah Leandro Paredes. Bukannya mendapatkan penjelasan dari Kuipers, Paredes malah dimaki.

Mantan pemain Zenit itu kemudian makin marah dan mencoba terus mendekat ke wasit. Beberapa pemain PSG berusaha menjauhi Paredes dari wasit.

"Pada satu titik dia (wasit) mengatakan 'persetan' dan kami tidak bisa menerimanya," kata Herrera seperti dikutip dari Marca.

Verratti juga mengeluhkan perkataan wasit. Di sisi lain, dia menegaskan bahwa Paris Saint-Germain masih main oke di saat Di Maria tak ada.

"Kami kecewa, tapi saya pikir sampai Di MarĂ­a dikeluarkan dari lapangan, kami masih dalam permainan. Melawan lawan seperti ini sulit untuk mengontrol semua detail," Verratti menegaskan.

Man City melaju ke final dengan menang agregat 4-1. Pada pertemuan pertama Si Manchester Biru menang 2-1.

(ran/krs)