Arsenal Gagal ke Final Liga Europa gara-gara Badai Cedera?

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Jumat, 07 Mei 2021 12:17 WIB
LONDON, ENGLAND - MAY 06: Martin Odegaard of Arsenal reacts during the UEFA Europa League Semi-final Second Leg match between Arsenal and Villareal CF at Emirates Stadium on May 06, 2021 in London, England. Sporting stadiums around Europe remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Shaun Botterill/Getty Images)
Arsenal gagal lolos ke final Liga Europa (Getty Images/Shaun Botterill)
London -

Arsenal gagal ke final Liga Europa usai disingkirkan Villarreal. Manajer Mikel Arteta menyoroti badai cedera yang membuat timnya terganggu.

Arsenal butuh kemenangan selisih satu gol saat menjamu Villarreal pada leg kedua semifinal Liga Europa di Emirates Stadium, Jumat (7/5/2021) dini hari WIB. Tapi, sepanjang 90 menit, Arsenal yang tampil dominan gagal menciptakan gol.

Alhasil, Arsenal harus puas dengan skor imbang 0-0 dan membuat mereka gagal melaju ke partai puncak menghadapi Manchester United. Arsenal kalah agregat 1-2.

Kekalahan ini jelas bikin suporter kecewa berat setelah kegagagalan demi kegagalan yang diraih Arsenal sepanjang musim. Belum lagi Arsenal juga terancam gagal lolos ke kompetisi Eropa musim depan.

Arteta sebagai manajer jelas jadi kambing hitam atas kegagalan ini. Tapi, Arteta berdalih bahwa dia sudah menyiapkan tim sebaik mungkin untuk laga yang mempertaruhkan tiket final Liga Europa ini, tapi lagi-lagi Arsenal terusik badai cedera.

Granit Xhaka yang awalnya jadi starter malah gagal main karena cedera saat pemanasan. Belum lagi David Luiz dan Gabriel Magalhaens absen karena cedera, sementara Pierre-Emerick Aubameyang belum fit betul setelah terkena malaria.

Kieran Tierny yang dipasang menggantikan Xhaka pun sejatinya baru pulih dari cedera. Arteta yakin kalau skuatnya lebih fit, maka hasilnya akan berbeda.

"Cedera Xhaka membuat rencana kami berubah total karena kami sudah mempersiapkan skema dengan Granit sebagai pusatnya, dia begitu penting untuk kami," ujar Arteta di Sky Sports.

"Cedric Soares juga masih ada di rumah sakit 24 jam lalu dan ketika Granit cedera, maka itu satu-satunya alternatif kami. Cedric kini baik-baik saja," sambungnya.

"Kita bisa lihat bahwa kami kesulitan menguasai bola di babak pertama, mencoba untuk bermain seperti yang kami mau, tapi itu tidak bisa jadi alasan. Memang seperti itu kondisinya, tapi lagi-lagi karena banyaknya pemain cedera, terutama para pemain utama sehingga membuat mereka sulit tampil bagus."

"Anda butuh para pemain top dalam kondisi terbaik di fase gugur seperti ini. Sementara, kami tidak bisa mendapatkan itu," tutup Mikel Arteta soal kondisi Arsenal dalam menghadapi Villarreal untuk menembus final Liga Europa.

(mrp/rin)