Mata Sembab Sergio Aguero

ADVERTISEMENT

Mata Sembab Sergio Aguero

Afif Farhan - Sepakbola
Minggu, 30 Mei 2021 19:15 WIB
Manchester Citys Sergio Aguero grimaces at the end of the Champions League final soccer match between Manchester City and Chelsea at the Dragao Stadium in Porto, Portugal, Saturday, May 29, 2021. (Carl Recine/Pool via AP)
Mata Sembab Sergio Aguero (AP/Carl Recine)
Porto -

Manchester City dikalahkan Chelsea pada final Liga Champions. Sergio Aguero pun harus menutup kariernya di City dengan mata sembab.

Chelsea mengalahkan Manchester City 1-0 dalam final Liga Champions yang digelar di Do Dragao, Porto, Portugal pada Minggu (30/5/2021) dinihari WIB. Gol kemenangan The Blues dicetak oleh Kai Havertz ketika babak pertama akan kelar, tepatnya di menit ke-42.

Kedua tim bermain begitu disiplin. Setelah unggul, Chelsea lebih bermain rapat dan mengandalkan serangan balik. Manchester City tak mampu membalas gol hingga laga tuntas.

Kemenangan Chelsea jadi torehan manis, karena kali kedua tim asal London tersebut meraih trofi Liga Champions. Sedangkan Manchester City, setidaknya berlaga di partai final Liga Champions, sudah jadi sejarah sendiri buat klub.

Tapi tentu, skuad The Citizens kecewa karena gagal meraihnya. Mimpi meraih Treble Winners alias tiga gelar juara dalam semusim (sebelumnya musim ini sudah memenangi Premier League dan Carabao Cup).

Satu pemain City yang paling sedih, tentu siapa lagi kalau bukan Sergio Aguero.

Musim ini adalah musim terakhir Sergio Aguero berseragam Manchester City. Kontraknya habis di musim panas Juni ini, serta dikabarkan bakal merapat ke Barcelona.

Maka ketika laga tuntas, Aguero mematung. Tampak raut muka kesedihan, kemudian matanya memerah. Air matanya tumpah, matanya sembab.

Manchester City's Sergio Aguero grimaces at the end of the Champions League final soccer match between Manchester City and Chelsea at the Dragao Stadium in Porto, Portugal, Saturday, May 29, 2021. (Carl Recine/Pool via AP)Phil Foden memeluk Sergio Aguero yang tenggelam dalam kesedihan (AP/Carl Recine)

Sergio Aguero sendiri memang kurang beruntung musim ini. Cedera lututnya kambuhan, membuat dirinya harus bolak-balik ruang perawatan.

Aguero cuma mengemas 21 penampilan di seluruh kompetisi cuma enam gol yang dibukukannya. Di laga final Liga Champions, dia juga bermain sebagai pemain pengganti.

Pemain asal Argentina itu pun begitu mendambakan trofi Liga Champions. Trofi yang belum pernah digenggamnya sejak berlabuh ke Etihad Stadium di tahun 2011.

"Saya tidak akan pernah meninggalkan Manchester City sampai juara Liga Champions," katanya seperti dilansir dari BBC pada sekitar tahun 2014.

PORTO, PORTUGAL - MAY 29: Sergio Aguero of Manchester City looks dejected as Cesar Azpilicueta of Chelsea celebrates following the UEFA Champions League Final between Manchester City and Chelsea FC at Estadio do Dragao on May 29, 2021 in Porto, Portugal. (Photo by Susan Vera - Pool/Getty Images)Sergio Aguero (tengah) menutup kariernya di Manchester City tanpa pernah memenangi Liga Champions (Getty Images/Susan Vera - Pool)

Apa daya, Sergio Aguero tak mampu mewujudkan mimpinya. Meski begitu, setidaknya Aguero tetap bisa meninggalkan Manchester City dengan kepala tegak.

Aguero sudah jadi raja. Trofi domestik di Inggris dan beragam rekor gol sudah ditulisnya ke dalam sejarah sepakbola.

(aff/ran)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT