Penebusan Rp 1,3 Triliun Kai Havertz

Afif Farhan - Sepakbola
Minggu, 30 Mei 2021 16:10 WIB
PORTO, PORTUGAL - MAY 29: Kai Havertz of Chelsea celebrates with his winners medal following victory during the UEFA Champions League Final between Manchester City and Chelsea FC at Estadio do Dragao on May 29, 2021 in Porto, Portugal. (Photo by David Ramos/Getty Images)
Penebusan Rp 1,3 Triliun Kai Havertz (Getty Images/David Ramos)
Porto -

Kai Havertz mencetak gol kemenangan Chelsea atas Manchester City di final Liga Champions. Gol yang serasa seperti penebusan harga mahalnya, Rp 1,3 triliun.

Chelsea menaklukkan Manchester City 1-0 di final Liga Champions yang berlangsung di Do Dragao, Porto Minggu (30/5/2021) dinihari WIB. Gol semata wayang the Blues dicetak oleh Kai Havertz di menit ke-42.

Kedua tim bermain begitu disiplin. Setelah unggul, Chelsea lebih bermain mendalam dan mengandalkan serangan balik. Manchester City tak mampu membalas gol hingga laga tuntas.

Kai Havertz sendiri tampil cukup apik di laga final Liga Champions tersebut. Havertz mengisi pos penyerang sayap kanan Chelsea, yang fleksibel kadang bergerak ke tengah tukeran sama Timo Werner.

Havertz tampil selama 90 menit. Tidak cuma membantu serangan, Havertz juga turun ke garis pertahanan dan mencatatkan tiga tekel sukses.

PORTO, PORTUGAL - MAY 29: Kai Havertz of Chelsea celebrates with his winners medal following victory during the UEFA Champions League Final between Manchester City and Chelsea FC at Estadio do Dragao on May 29, 2021 in Porto, Portugal. (Photo by David Ramos/Getty Images)Kai Havertz sukses persembahkan trofi Liga Champions buat Chelsea di musim debutnya (Getty Images/David Ramos)

Satu tembakan ke gawang dibuat Kai Havertz yang berujung jadi gol. Dalam prosesnya, Havertz menyambut umpan terobosan mendatar dari Mason Mount ke arah depan kotak penalti Manchester City.

Havertz berlari dalam momentum yang pas, tidak terperangkap offside. Zinchenko yang mengawalnya, terlambat beberapa langkah untuk menutup ruang gerak Havertz.

Havertz dengan dingin mampu melewati hadangan kiper Ederson. Lalu dengan mudah, pemain berusia 21 tahun itu menceploskan bola ke gawang yang sudah kosong.

Gol tersebut jadi gol pertama Kai Havertz di Liga Champions musim ini. Setelah, dirinya melewati 11 laga yang mandul.

PORTO, PORTUGAL - MAY 29: Kai Havertz of Chelsea celebrates with his winners medal following victory during the UEFA Champions League Final between Manchester City and Chelsea FC at Estadio do Dragao on May 29, 2021 in Porto, Portugal. (Photo by David Ramos/Getty Images)Momen proses gol Kai Havertz (Getty Images/David Ramos)

Kai Havertz, sejatinya pemain baru Chelsea di musim 2020/2021 ini. Havertz dibeli Chelsea dari Bayer Leverkusen pada musim panas lalu dengan harga selangit, 80 juta euro atau setara Rp 1,3 triliun.

Tak ayal, Havertz begitu bersinar di Bundesliga. Dalam dua musim terakhir, dua digit gol dibukukannya.

Apalagi Havertz mampu bermain di berbagai posisi. Jadi penyerang sayap, gelandang serang, false nine, hingga penyerang tengah.

Namun, awal mula karier Havertz di Chelsea tidaklah mudah. Pemain berpaspor Jerman itu cuma punya waktu sedikit adaptasi dengan ekspektasi yang begitu tinggi. Havertz kesulitan.

LONDON, ENGLAND - OCTOBER 20: Kai Havertz of Chelsea reacts during the UEFA Champions League Group E stage match between Chelsea FC and FC Sevilla at Stamford Bridge on October 20, 2020 in London, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Toby Melville - Pool/Getty Images)Kai Havertz sempat kesulitan beradaptasi di Chelsea (Getty Images/Pool)

Sepanjang musim 2020/2021, Kai Havertz tercatat mengemas 45 kali penampilan di seluruh kompetisi. Jumlah gol dan assist-nya, masing-masing cuma sembilan.

"Iya, ini musim yang sangat berat bagi saya. Saya cuma terus bekerja keras dan berusaha memberikan yang terbaik di lapangan," terangnya kepada Optus Sport selepas laga.

"Saya nggak peduli dihargai sebagai pemain termahal, yang penting kami menang Liga Champions!" tutupnya.

(aff/ran)