Soal 'Liga Super', Barcelona Tak Sudi Minta Maaf ke UEFA

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Senin, 21 Jun 2021 14:23 WIB
BARCELONA, SPAIN - MAY 31: Joan Laporta, President of FC Barcelona speaks as Sergio Aguero is presented as a Barcelona player at the Camp Nou Stadium on May 31, 2021 in Barcelona, Spain. (Photo by David Ramos/Getty Images)
Presiden Barcelona Joan Laporta takkan minta maaf ke UEFA terkait European Super League (Getty Images/David Ramos)
Barcelona -

Barcelona jadi salah satu klub yang ngotot European Super League tetap dihelat. Maka Los Cules merasa tak perlu meminta maaf kepada UEFA.

Barcelona bersama 11 klub top Eropa membuat heboh medio April lalu saat mencetuskan European Super Super League. Mereka ingin adanya kompetisi yang bisa menjamin keberlangsungan ekonomi klub ke depannya.

Apalagi di tengah pandemi virus corona saat ini, klub-klub besar itu kesulitan keuangan karena pemasukan mandek. Tapi, baru berumur tiga hari, liga itu keburu ditunda atau boleh dibilang ditutup, karena gelombang protes yang begitu deras.

Satu per satu klub pencetus mundur hingga tersisa Barcelona, Real Madrid, dan Juventus. Ketiganya bersikeras kompetisi European Super League tetap harus berjalan di masa mendatang demi kebaikan klub.

UEFA pun sempat mengancam akan memberikan sanksi berat kepada ketiganua, termasuk dicoret dari ajang Liga Champions. Tapi, UEFA sepertinya melunak dan menunda hukuman itu.

Meski demikian, hal itu tidak akan membuat hubungan Barcelona dan UEFA kembali harmonis. Sebab, Barcelona takkan meminta maaf karena sudah membuat heboh dengan European Super League.

"Kami sudah bicara dengan klub-klub peserta dan kami suka proposalnya, tapi kami butuh persetujuan mereka bahwa nantinya mereka juga harus diverifikasi saat ada liga seperti ini lagi," ujar Laporta seperti dikutip ESPN.

"Logisnya bakal ada voting lagi sebelum 30 Juni. Tapi, untuk saat ini format itu belum ada, saya tidak akan meminta Anda untuk voting. Tapi saya pastikan proyek ini tetap berjalan," sambungnya.

"Kami masih terus mengadakan dialog dengan UEFA. Kami tidak akan meminta maaf karena sudah membentuk kompetisi ini. Kami tindakan meminta maaf kepada UEFA karena ingin menentukan nasib kami sendiri. Setidaknya selama saya masih jadi presiden Barcelona."

(mrp/aff)