Sah! UEFA Hapus Aturan Gol Tandang

Randy Prasatya - Sepakbola
Kamis, 24 Jun 2021 22:31 WIB
FILE - In this Tuesday, March 9, 2021 file photo Juventus Cristiano Ronaldo reacts during the Champions League, round of 16, second leg, soccer match between Juventus and Porto in Turin, Italy. Neither Lionel Messi nor Cristiano Ronaldo will be in the Champions League quarterfinals for the first time since 2005. The two greatest players of the current generation were both eliminated from the competition this week. Messi scored a goal but missed a penalty as Barcelona was eliminated by Paris Saint-Germain. Ronaldo and his Juventus teammates were ousted by Porto the night before. Ronaldo has won five Champions League titles in his career. Messi has won four.  (AP Photo/Luca Bruno, File)
Cristiano Ronaldo gagal membantu Juventus melaju jauh di Liga Champions musim lalu karena kalah gol tandang dari Porto. (Foto: AP/Luca Bruno)
Jakarta -

UEFA menghapus aturan gol tandang untuk semua kompetisi antarklub di Eropa. Keputusan ini mulai berlaku di musim 2021/2022.

Aturan gol tandang ini sudah beberapa tahun terakhir menjadi perdebatan. Arsene Wenger sejak 2013 menjadi salah satu orang yang vokal agar aturan tersebut dihapuskan.

Berdasarkan rekomendasi dari Komite Kompetisi Klub UEFA dan Komite Sepakbola Wanita UEFA, dan Komite Eksekutif UEFA maka diputuskan oleh Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, bahwa gol tanda tidak lagi berlaku.

Tim-tim yang memiliki agregat seimbang dari dua pertemuan, bakal berlanjut ke tambahan waktu 2x15 menit, tanpa mempertimbangkan banyaknya gol tandang.

Penghapusan gol tandang ini tidak cuma berlaku saat ada kedua tim bertemu di fase gugur. Dalam keterangan UEFA, gol tandang juga tidak dipakai dalam menentukan peringkat sebuah tim di fase grup andai ada dua atau lebih tim memiliki poin sama. Kriteria yang diutamakan adalah produktivitas gol.

"Dampak dari aturan tersebut (gol tandang) sekarang bertentangan dengan tujuan awalnya karena, pada kenyataannya, aturan itu sekarang menghalangi tim tuan rumah - terutama di leg pertama - untuk menyerang," kata Ceferin.

"Karena mereka takut kebobolan gol yang akan memberi lawan keuntungan besar."

Juventus mungkin salah satu klub yang harus menyambut positif ditiadakannya aturan gol tandang. Dalam dua musim terakhir di Liga Champions, Si Nyonya Tua kandas gegara kalah gol tandang, yakni melawan Lyon 2-2 dan Porto 4-4.



Simak Video "Turnamen Baru! UEFA Tampilkan Trofi Liga Konferensi Eropa"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/pur)