9 Klub Pendiri European Super League Resmi Kembali ke Pelukan UEFA

Yanu Arifin - Sepakbola
Selasa, 17 Agu 2021 00:05 WIB
NYON, SWITZERLAND - JULY 18:  The UEFA logo is seen on the UEFA Champions League trophy as it is prepared for the UEFA 2014/15 Champions League third qualifying rounds draw at the UEFA headquarters, The House of European Football, on July 18, 2014 in Nyon, Switzerland.  (Photo by Harold Cunningham/Getty Images for UEFA)
Logo UEFA. (Foto: Harold Cunningham)
Nyon -

Sembilan klub pendiri European Super League resmi kembali ke pelukan UEFA. Mereka kembali gabung dengan Asosiasi Klub Eropa.

Dilansir The Athletic, sembilan klub itu adalah 6 wakil Premier League; Manchester United, Manchester City, Arsenal, Chelsea, Liverpool, dan Tottenham Hotspur, serta dua wakil Serie A yakni AC Milan dan Inter Milan, dan terakhir satu-satunya perwakilan LaLiga, Atletico Madrid, yang kembali ke European Club Association (ECA) yang berada di bawah naungan UEFA.

Kembalinya 9 klub ke asosiasi di bawah UEFA ini sebagai tindak lanjut dari kesepakatan damai antara klub dan UEFA, usai geger bikin liga tandingan European Super League pada April.

ECA, dalam pernyataannya, tetap mempertahankan keanggotaan 9 klub tersebut. ECA 'memaafkan' 9 klub yang sempat cabut dari UEFA untuk membuat liga tandingan.

"Dalam keputusannya, dan setelah proses pelibatan kembali oleh Klub dan penilaian ulang ECA selama beberapa bulan terakhir, Dewan Eksekutif ECA mempertimbangkan pengakuan klub, bahwa apa yang disebut proyek Liga Super Eropa ("ESL Project"), tidak untuk kepentingan komunitas sepakbola yang lebih luas serta keputusan mereka yang dikomunikasikan secara publik untuk meninggalkan Proyek ESL tersebut sepenuhnya. Dewan ECA juga mengakui kesediaan Klub untuk terlibat secara aktif dengan ECA dalam misi kolektifnya untuk mengembangkan sepakbola klub Eropa - demi kepentingan yang terbuka dan transparan bagi semua, bukan segelintir orang," kata pernyataan ECA.

"Keputusan Dewan ECA ini menandai akhir dari episode yang disesalkan dan bergejolak untuk sepakbola Eropa dan masih sejalan dengan fokus tanpa henti ECA untuk memperkuat persatuan dalam sepakbola Eropa. Melalui periode tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, ECA telah memantapkan dirinya sebagai satu-satunya organisasi, yang melaluinya klub-klub terkemuka di Eropa, dapat mempromosikan dan melindungi kepentingan mereka dalam sepakbola, sementara juga mengembangkan lanskap kompetisi dan memperkuat sentralitas klub dalam tata kelola sepakbola Eropa."

"ECA sekarang dapat melanjutkan dengan persatuan dan solidaritas yang diperbarui untuk melanjutkan pekerjaan penting yang diperlukan untuk menstabilkan dan mengembangkan sepakbola klub Eropa - pada saat ini sangat dibutuhkan," jelas pernyataan ECA.

Berbeda dengan 9 klub di atas, tiga klub masih bergeming dan ngotot membuat European Super League. Mereka adalah Juventus, Barcelona, dan Real Madrid. Bos Madrid, Florentino Perez, juga diketahui menjadi presiden ESL.

(yna/nds)