Komentar Keras Presiden PSG soal European Super League

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Selasa, 07 Sep 2021 08:30 WIB
European Super League
Presiden PSG yang juga Ketua ECA Nasser Al Khelaifi mengkritik keras European Super League. (Foto: thesuperleague.com)
Jakarta -

Presiden Paris Saint-Germain Nasser Al Khelaifi memberikan pidato besar pertamanya sebagai ketua Asosiasi Klub Eropa. Ia berkomentar keras soal European Super League.

Nasser Al Khelaifi menjabat sebagai ketua baru European Clubs' Association (ECA) per April lalu menggantikan Andrea Agnelli yang juga merupakan pemilik Juventus. Agnelli seperti diketahui juga merupakan salah satu sosok kunci terbentuknya European Super League.

Pada April lalu 12 klub top Eropa mengumumkan pembentukan European Super League. Mereka adalah enam klub dari Premier League yakni Arsenal, Chelsea, Liverpool, Manchester City, Manchester United, dan Tottenham Hotspur.

Lalu ada masing-masing tiga tim dari Italia dan Spanyol, yakni AC Milan, Inter Milan, dan Juventus serta Atletico Madrid, Barcelona, dan Real Madrid. Karena tekanan besar dan kritik keras dari pemerintah masing-masing dan juga suporter, sembilan klub menarik diri hanya dalam tempo 72 jam.

Hanya tiga klub yakni Barcelona, Real Madrid, dan Juventus yang masih bertahan dengan ide European Super League. Oleh karena itu, kecuali tiga tim ini, seluruh sembilan tim lainnya sudah kembali bergabung dengan ECA.

"Saya tidak akan menghabiskan banyak waktu membicarakan soal kejadian 18 April dan 'Liga yang tidak terlalu Super itu'. Sebab saya tak suka fokus ke para pembual dan orang-orang yang gagal," ungkap Nasser Al Khelaifi dikutip BBC.

"Bersama-sama kita mempertahankan kepentingan sepakbola Eropa untuk semua orang. Kami mengandalkan tekad dan kekuatan Presiden (Aleksander Ceferin), yang menghadapi kudeta tengah malam."

"Dia bilang 'kita akan menang' dan kita menang. Sementera tiga klub pemberontak menghabiskan energi, mengubah narasi, dan terus berteriak ke langit, kita semua bergerak maju," imbuhnya.

Ide pembentukan European Super League adalah untuk menyaingi Liga Champions. Kompetisi ini awalnya direncanakan tertutup tanpa promosi dan degradasi.



Simak Video "Gaji Ronaldo di MU Vs Messi di PSG"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/rin)