Presiden UEFA: European Super League Itu Penipuan!

Bayu Baskoro - Sepakbola
Selasa, 07 Sep 2021 17:20 WIB
ROTTERDAM, NETHERLANDS - NOVEMBER 08:  UEFA President, Aleksander Ceferin speaks on stage during the UEFA Womens EURO 2017 Final Tournament Draw held at the Luxor Theater on November 8, 2016 in Rotterdam, Netherlands.  (Photo by Dean Mouhtaropoulos/Getty Images)
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin. (Foto: Dean Mouhtaropoulos/Getty Images)
Jenewa -

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, kembali melontarkan kritikan kepada European Super League. Dia menyebut kompetisi itu sebagai penipuan.

Kompetisi European Super League diumumkan pada 18 April 2021 oleh 12 tim penggagas. Mereka antara lain Real Madrid, Barcelona, Atletico Madrid, Manchester United, Manchester City, Liverpool, Arsenal, Tottenham Hotspur, Chelsea, Juventus, Inter Milan, serta AC Milan.

Gagasan kompetisi ini mendapat sambutan negatif dari berbagai pihak, lantaran terlalu eksklusif dan hanya mengejar keuntungan semata. UEFA bahkan mengancam memberikan sanksi berat kepada para peserta European Super League, termasuk pencoretan dari ajang Liga Champions.

Kritikan dan ancaman UEFA tersebut membuat sembilan klub penggagas kompak menarik diri. Hanya Real Madrid, Barcelona dan Juventus yang masih bersikukuh mewujudkan gelaran European Super League.

Real Madrid, Barcelona dan Juventus bahkan sampai membawa masalah European Super League hingga ke Pengadilan Uni-Eropa. Ketiganya memenangkan perkara tersebut dan kini tidak harus tunduk lagi kepada ancaman UEFA.

Masalah European Super League kembali diangkat oleh Aleksander Ceferin dalam Majelis Umum Asosiasi Klub Eropa (ECA), Senin (6/9/2021). Dia meminta seluruh pihak bersatu melawan kompetisi tersebut.

LONDON, UNITED KINGDOM - APRIL 20: Manchester United fan Jack Newson (L) and Tottenham Hotspur fan Cameron Bull hold their handmade signs as they protest against the proposed Super League outside the Tottenham Hotspur stadium on April 20, 2021 in London, United Kingdom. Six English premier league teams have announced they are part of plans for a breakaway European Super League. Arsenal, Manchester United, Manchester City, Liverpool, Chelsea and Tottenham Hotspur will join 12 other European teams in a closed league similar to that of the NFL American Football League. In a statement released last night, the new competition Dua orang fans di Inggris membentangkan spanduk penolakan European Super League. (Foto: Getty Images/Leon Neal)

"Banyak dari kita bertanya-tanya kapan kita akan kembali normal, mengapa 2020 dan 2021 sama sekali tidak normal. Ada pandemi yang telah melemahkan dunia sepakbola," kata Aleksander Ceferin, dilansir dari Tuttosport.

"Namun kita harus tetap bersatu bahkan untuk pulih dari aib dan penipuan super ini, yang mana kita harap adalah cerita yang tidak akan hidup kembali. Sepakbola adalah milik semua dan bukan hanya untuk segelintir pihak yang mempunyai hak istimewa," pungkasnya.

(bay/krs)