Messi, Neymar, dan Mbappe Harusnya Bikin Pochettino Cabut dari PSG

Afif Farhan - Sepakbola
Kamis, 25 Nov 2021 19:20 WIB
PARIS, FRANCE - AUGUST 14:  Mauricio Pochettino, head coach of Paris Saint- Germain looks on during the Ligue 1 Uber Eats match between Paris Saint Germain and Strasbourg at Parc des Princes on August 14, 2021 in Paris, France. (Photo by David Rogers/Getty Images)
Pelatih Paris Saint-Germain, Mauricio Pochettino. (Foto: Getty Images/David Rogers)
Manchester -

Mauricio Pochettino disarankan mundur dari Paris Saint-Germain. Pelatih Argentina itu disebut kesulitan karena Lionel Messi, Neymar, dan Kylian Mbappe.

PSG baru saja menelan kekalahan dari Manchester City di matchday kelima Grup A Liga Champions. Bertandang ke Etihad Stadium, Manchester, Inggris, Kamis (25/11/2021) dini hari WIB. Les Parisiens tumbang 1-2.

Setelah berimbang 0-0 pada babak pertama, PSG sempat memimpin duluan pada menit ke-50. Kylian Mbappe yang membobol gawang City.

Namun, tuan rumah bisa membalas dua gol. Raheem Sterling dan Gabriel Jesus membawa City mengakhiri laga dengan kemenangan 2-1.

Di laga itu, Pochettino memainkan trio Messi, Neymar, dan Mbappe sejak awal. Kontribusi ketiganya dipertanyakan, khususnya dalam urusan bertahan.

Jamie Carragher, legenda Liverpool, menyebut bahwa Mauricio Pochettino tak bisa mengatur ketiga bintangnya itu di lapangan, khususnya dalam meminta membantu pertahanan. Ia menyindir, bahwa dirinya akan mundur karena Messi, Neymar, dan Mbappe susah diatur.

"Pochettino harusnya keluar dari klub itu. Jika dia punya kesempatan ke Manchester United, saya sih akan langsung melakukannya besok," kata Carragher kepada CBS Sports, dilansir Daily Mail.

Komentar Carragher kemudian ditegaskan Thierry Henry. Eks pemain Monaco, Juventus, Arsenal dan Barcelona itu menyebut bahwa Messi, Neymar, dan Mbappe mengabaikan tanggung jawab dalam urusan bertahan, yang menyulitkan PSG meraih kemenangan.

"Jika ingin memenangkan Liga Champions, anda tak bisa bertahan dengan 7 pemain. Tak mungkin. Tak peduli siapa pun anda. Full back sudah terbuka, jadi secara gambaran itu menjadi tiga lawan satu atau tiga lawan dua di lapangan," kata Henry, saat menjadi pundit bersama Carragher.

"Tim yang memenangkan gelar, termasuk Liga Champions, memiliki tiga pemain depan yang bertahan. Dengan begitu bek sayap akan merasa lebih nyaman dengan apa yang terjadi di belakang mereka," katanya.

"Tapi sekarang mereka terlalu terbuka. Tim di Prancis tidak dapat mengekspos mereka, tetapi Man City bisa. Pochettino tidak diperbolehkan menjadi Pochettino di waktu-waktu tertentu dengan tim itu. Bagaimana Anda menarik (Messi, Mbappe atau Neymar)? Dia menempatkan Angel Di Maria di lini tengah, tapi dia juga terbuka dan tidak membantu," katanya.

Mauricio Pochettino sendiri tengah dirumorkan tertarik melatih Manchester United, yang baru saja memecat Ole Gunnar Solskjaer. Sudah saatnya Pochettino kembali ke Inggris?

(yna/cas)