Halo Madrid, Liverpool Kini Lebih Siap Main di Final Liga Champions

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Rabu, 25 Mei 2022 07:00 WIB
Gareth Bale (left) escapes from Andy Robertson during the Real Madrid v Liverpool Champions League final 2018 at the Olympic Stadium, Kiev on May 26th 2018 in Ukraine (Photo by Tom Jenkins)
Liverpool kini lebih siap hadapi Real Madrid di Final Liga Champions (Getty Images/Tom Jenkins)
Liverpool -

Liverpool sudah banyak belajar dari pengalamannya tampil di final bersama Juergen Klopp. Hal itu dijadikan modal melawan sang penguasa Eropa Real Madrid.

Liverpool akan bertemu Madrid di final Liga Champions, Sabtu (28/5/2022) yang dihelat di Stade de France. Ini merupakan pertemuan ketiga mereka di partai puncak.

Liverpool memenangi yang pertama dengan skor 1-0 pada 1981 lewat gol Alan Hansen, kebetulan di stadion yang sama. Sementara, yang kedua belum lama ini di Kiev pada 2018 ketika Madrid menang 3-1.

Kekalahan empat tahun lalu tentu masih membekas di ingatan sebagian besar pemain Liverpool. Pasalnya dua dari tiga gol yang bersarang di gawang Liverpool karena blunder Loris Karius.

Liverpool begitu terpukul tapi mampu bangkit musim berikutnya dengan menjuarai Liga Champions. Itu jadi awal datangnya trofi-trofi Klopp yang lain hingga kini berjumlah enam. Itu termasuk dua gelar musim ini, Piala FA dan Carabao Cup.

Hasil menyakitkan empat tahun lalu dianggap jadi pembelajaran yang bagus untuk para pemain Liverpool di era Klopp. Apalagi sebelum itu, Liverpool juga sudah kalah di dua final pertama Klopp, Piala Liga Inggris dan Liga Europa 2015/2016.

Maka dari itu, Liverpool diklaim lebih siap untuk menghadapi laga final kali ini. Buktinya adalah dari lima final terakhir Klopp, Liverpool selalu keluar sebagai juara.

"Oh, tentu saja kami melakukannya dengan cara Liverpool (usai kekalahan di final 2018), yang mana selalu tidak mudah. Tentunya kami pernah kalah di beberapa laga final penting," ujar Juergen Klopp di situs resmi klub.

"Pada tahun pertama, Liga Europa dan Carabao Cup. Segala pengalaman ini begitu penting dalam hidup. Ya seperti itulah, tapi memang tidak menyenangkan," sambungnya.

"Lalu, kami datang kembali dan kami harus belajar caranya untuk menang. Kami harus belajar bagaimana cara tetap fokus penuh dan konsentrasi di laga seperti ini."

"Melakukan segala hal yang sudah dilakukan selama bertahun-tahun di laga sepenting ini, itulah rencana kami. Ya, saya rasa kami belum jadi tim kelas dunia, tapi sedang menuju ke sana."

"Itulah yang kami lakukan dan saya senang melihat perkembangan para pemain dalam beberapa tahun terakhir."

(mrp/pur)