Liverpool vs Madrid: Eks Pemain Tak Yakin dengan Kans 'Si Merah'

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Jumat, 27 Mei 2022 09:00 WIB
MADRID, SPAIN - APRIL 06: Eder Gabriel Militao of Real Madrid CF reacts during the UEFA Champions League Quarter Final match between Real Madrid and Liverpool FC at Estadio Alfredo Di Stefano on April 06, 2021 in Madrid, Spain. Sporting stadiums around Spain remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Gonzalo Arroyo Moreno/Getty Images)
Liverpool vs Real Madrid di final Liga Champions akhir pekan ini. (Foto: Getty Images/Gonzalo Arroyo Moreno)
Jakarta -

Eks pemain Liverpool Dietmar Hamann tak terlalu yakin dengan kans 'Si Merah' di final Liga Champions. Sebabnya adalah kegagalan menjuarai Premier League.

Liverpool akan menghadapi Real Madrid di Stade de France, Minggu (29/5/2022) dini hari WIB, dalam final Liga Champions. Duel ini menjadi ulangan final 2018 silam, di mana kala itu Madrid tampil sebagai pemenang dengan skor 3-1.

Buat Liverpool, ini merupakan titel ketiga yang bisa diraih pada musim ini setelah Piala Liga Inggris dan Piala FA. Satu trofi terlepas, yakni di ajang Premier League di mana mereka harus puas finis satu poin di belakang Manchester City.

Kendati Liverpool sudah merengkuh dua trofi domestik, mantan gelandang Didi Hamann menyebut kegagalan di Premier League bisa memengaruhi mentalitas para pemain jelang final nanti. Apalagi yang dilawan adalah Real Madrid, yang punya pengalaman dan mentalitas juara.

Perbedaan setipis apapun bisa sangat terasa dan membedakan.

"Saya rasa kalau Liverpool menjuarai liga pada Minggu lalu, saya akan sangat percaya diri mereka bakal memenangi laga ini. Tapi sekarang, saya tak terlalu yakin," ungkap Hamann dilansir Liverpool Echo.

"Fabinho baru akan kembali latihan hari ini (Kamis), Thiago mungkin tidak akan siap bermain. Absennya dia tidak akan jadi kehilangan bebas, tapi Liverpool bakal perlu memasukkan pengganti. Secara psikologis, rasanya hasil hari Minggu lalu mungkin menguntungkan Madrid."

"Saya memang berpikir bahwa dengan cara musim domestik Liverpool berakhir, dengan City melewatkan penalti dan berimbang dengan West Ham dan dengan mereka sempat tertinggal dua gol lalu menemukan cara untuk menang, situasi tak berjalan seperti yang diinginkan."

"Liverpool bisa saja dan mungkin seharusnya menjadi juara dan pada kekecewaan itulah bahayanya berada, menurut saya. Liverpool tak boleh meremehkan Madrid, saya rasa tim-tim lain bersalah akan hal itu dan dihukum."

"Makin saya memikirkan pertandingannya, makin tak percaya diri. Sebab Madrid sudah mengalahkan City, Chelsea, dan PSG, dan mereka tampak sudah habis betul di tiap-tiap pertemuan tersebut, tidak ada yang memberikan mereka kesempatan, tapi masih bisa menemukan jalan untuk bangkit," imbuhnya.



Simak Video "Camila Cabello Ngaku Kesal Sama Pendukung Liverpool"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/nds)