ADVERTISEMENT

Libur Musim Panas untuk Liverpool Move On

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Senin, 30 Mei 2022 13:00 WIB
PARIS, FRANCE - MAY 28: Jordan Henderson of Liverpool dejected after the UEFA Champions League final match between Liverpool FC and Real Madrid at Stade de France on May 28, 2022 in Paris, France. (Photo by Craig Mercer/MB Media/Getty Images)
Liverpool harus kembali mengakui kemenangan Real Madrid di final Liga Champions. (Foto: Getty Images/Craig Mercer/MB Media)
Jakarta -

Kekalahan di final Liga Champions masih menyesakkan buat Liverpool. Tapi Jordan Henderson percaya timnya akan menyadari ini sama sekali bukan musim yang buruk.

Liverpool kalah 0-1 dari Real Madrid dalam final Liga Champions di Stade de France, Paris, Minggu (29/5/2022) dini hari WIB kemarin. Gol tunggal Vinicius Junior menjadi pembeda kedua tim, sekaligus memberikan kekalahan kedua buat Liverpool sejak final kontra lawan yang sama pada 2018 lalu.

Hasil ini terasa menyesakkan buat Liverpool mengingat mereka tampil dominan di partai final. 'Si Merah' mencatatkan total sembilan peluang on target yang kandas oleh penampilan gemilang Thibaut Courtois, sementara Madrid cuma punya satu peluang mengarah ke gawang.

Kekalahan ini memastikan Liverpool harus puas 'cuma' merebut dua titel domestik: Piala Liga Inggris dan Piala FA. Mereka gagal merebut gelar Premier League di hari terakhir dan kalah satu poin dari Manchester City, serta kalah tipis dari Real Madrid di final Liga Champions.

Kapten Liverpool Jordan Henderson tak menampik akan butuh waktu untuk menerima hasil di final kemarin, tapi beruntung ada libur musim panas untuk mencernanya. Secara keseluruhan, baginya musim ini tetap terasa istimewa karena Liverpool benar-benar menantang di semua ajang.

"Masih sulit menganalisis dan menerima situasinya sekarang, tapi saya harap ketika kami berlibur dan punya jeda, kami menyadari bahwa musim ini spesial. Saya tak tahu kapan terakhir kali kami mencapai final atau menghadapi penentuan di laga terakhir di setiap kompetisinya," ungkapnya dikutip Liverpool Echo.

"Itu menunjukkan mentalitas dan talenta dari skuad ini. Kami tak bisa memberikan lebih lagi dan sepakbola ditentukan oleh margin-margin tipis."

"Kiper lawan menjadi man of the match dan kami cuma tidak bisa menemukan gol yang dibutuhkan dan kami selesai akibat serangan balik. Kami harus menghadapinya dengan cara sebaik mungkin dan menggunakannya sebagai motivasi dan alat untuk bangkit musim depan dan berusaha lagi," tambah gelandang tim nasional Inggris ini.

(raw/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT