ADVERTISEMENT

Liverpool Kalah, Wenger Nilai Mane-Salah Kehilangan Gereget

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Selasa, 31 Mei 2022 03:00 WIB
PARIS, FRANCE - MAY 28: Mohamed
Salah of Liverpool FC in action during UEFA Champions League final match between Liverpool FC and Real Madrid at Stade de France in Saint-Denis, north of Paris, France on May 28, 2022. (Photo by Mustafa Yalcin/Anadolu Agency via Getty Images)
Mohamed Salah dinilai kurang gereget dalam final Liga Champions lawan Real Madrid. (Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency)
Jakarta -

Liverpool gagal menemukan momentum meski mendominasi atas Real Madrid di final Liga Champions. Di luar kecemerlangan Thibaut Courtois, performa Mohamed Salah-Sadio Mane disorot.

Liverpool kalah 0-1 dari Real Madrid dalam final Liga Champions di Stade de France, Paris, Minggu (29/5/2022) dini hari WIB kemarin. Gol Vinicius Junior menjadi satu-satunya pembeda kedua tim.

Secara permainan, 'Si Merah' lebih mendominasi dan menekan Madrid dengan sembilan tembakan ke gawang. Sementara Los Blancos hanya punya satu kesempatan on target, namun berhasil menuntaskannya menjadi gol.

Ketenangan Madrid dalam bertahan, plus kegemilangan Thibaut Courtois di bawah mistar gawang, menjadi penghalang besar buat Liverpool. Tapi di sisi lain, penampilan Mohamed Salah dan Sadio Mane dirasa tak di level terbaik.

"Saya ingin memberikan kredit untuk Liverpool. Mereka sudah mengejar semua trofi yang bisa dikejar dan gagal di dua kejuaraan terbesar dengan jarak tipis, mereka sudah luar biasa juga," kata mantan manajer Arsenal Arsene Wenger kepada beIN Sports dilansir Metro.

"Saya penasaran setelah menyaksikan laga itu, apakah kekecewaan pekan lagi setelah kalah (dalam perebutan titel Premier League) di laga terakhir sudah menurunkan level kepercayaan diri."

"Anda juga merasakan bahwa Salah, Mane, sosok-sosok yang membuat perbedaan, tidak punya level kebugaran yang sama, keyakinan yang sama bahwa mereka bisa membuat perbedaan. Secara keseluruhan mereka gagal, kita mesti jujur, karena Courtois."

"Saya merasa di beberapa kesempatan, kalau Liverpool menyamakan skor 1-1, mereka akan bangkit dan memenangi laga. Tapi mereka tak pernah menemukan momen spesial di mana mereka bisa menuntaskan peluang-peluang mereka, dan sebagian besar itu karena Courtois," tambahnya.

(raw/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT