ADVERTISEMENT

Barcelona Lolos Sanksi UEFA, tapi...

Bayu Baskoro - Sepakbola
Sabtu, 03 Sep 2022 10:30 WIB
BARCELONA, SPAIN - APRIL 04:  The Barcelona logo is seen on a flag waving above the stadium prior to the UEFA Champions League Quarter Final Leg One match between FC Barcelona and AS Roma at Camp Nou on April 4, 2018 in Barcelona, Spain.  (Photo by Mike Hewitt/Getty Images)
Barcelona lolos sanksi UEFA. (Foto: Getty Images/Mike Hewitt)
Nyon -

Barcelona tidak termasuk dalam delapan klub yang kena sanksi UEFA terkait Financial Fair Play. Los Cules hanya diminta satu hal dari UEFA, apa itu?

Barcelona sebelumnya dikabarkan masuk dalam daftar 10 klub yang diselidiki UEFA. Kesepuluh tim tersebut dituding tidak mengikuti aturan Financial Fair Play pada musim 2020/2021.

UEFA memutuskan menjatuhkan sanksi kepada delapan klub, Jumat (2/9/2022). Delapan klub yang kena hukuman UEFA antara lain Paris Saint-Germain, AS Roma, Inter Milan, Juventus, AC Milan, Besiktas, AS Monaco, dan Marseille.

Hukuman denda yang diberikan ke delapan tim tersebut mencapai 172 juta euro yang dipotong dari pendapatan di kompetisi Eropa selama 3-4 tahun. 15 persen dari sanksi tersebut wajib dibayar penuh.

UEFA juga memberi ancaman kepada klub-klub di atas apabila tidak mematuhi kesepakatan pembayaran denda. Ancamannya yakni dikeluarkan dari kompetisi UEFA untuk musim 2024/2025 dan 2025/2026.

Barcelona lolos dari sanksi UEFA karena mampu memenuhi persyaratan tindakan darurat yang diambil dalam menghadapi pandemi COVID-19, atau mendapat manfaat dari keseimbangan neraca keuangan di musim-musim sebelumnya. Selain Blaugrana, ada 18 tim lain yang lolos dengan syarat-syarat tersebut.

18 tim tersebut meliputi Sevilla, Real Betis, Borussia Dortmund, Chelsea, FC Basel, Union Berlin, Fenerbahce, Feyenoord, Leicester City, Lyon, Rangers, Royal Antwerp, Lazio, Napoli, Trabzonspor, Wolfsburg, West Ham United, dan Manchester City.

Barcelona dan 18 klub lainnya akan dimintai informasi tambahan dan dipantau secara ketat oleh UEFA pada periode mendatang. Hal ini bertujuan agar situasi keuangan klub sesuai dengan Peraturan Lisensi Klub dan Keberlanjutan Keuangan UEFA edisi 2022.

(bay/mrp)

ADVERTISEMENT